JABAR EKSPRES – Ancaman kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di tengah ketidakpastian konflik geopolitik di Timur Tengah akibat perang Iran melawan Israel dan sekutunya, Amerika Serikat (AS), terus menghantui sejumlah negara, termasuk Indonesia.
Kehadiran bahan bakar nabati (BBN) Bobibos yang merupakan produk karya anak bangsa, dinilai mampu menjadi solusi terdekat menyikapi ancaman kelangkaan BBM.
Namun begitu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menilai bahwa, BBN Bobibos harus menjalani serangkaian tes jalan pada kendaraan mobil dan motor, sebelum digunakan secara massal.
Baca Juga:Warga Keluhan MinyaKita Mahal, Bulog Bakal Gelar Operasi PasarApindo: RUU Ketenagakerjaan Harus Berdasarkan Kesepahaman Pengusaha-Pekerja!
Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman secara tertulis, Senin.
Menurutnya, untuk menjadi solusi atas BBM yang masih bergantung pada impor, BBN Bobibos harus mengikuti serangkaian tes terlebih dahulu.
“Nanti dilakukan tes pada kendaraan mobil dan motor. Kita fokuskan di sana,” ujarnya, dikutip Selasa (14/4/2026).
Untuk itu, Laode memerintahkan Direktur Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Noor Arifin Muhammad, untuk memimpin tim bersama perwakilan Bobibos.
“Nanti langsung bicara tentang teknisnya saja. Disusun kebutuhannya apa saja,” cetusnya.
Selain itu, kata dia, Bobibos juga harus mengajukan sejumlah perizinan kepada kementerian lain, khususnya terkait dengan izin penjualan.
Pihak produsen Bahan Bakar Orisinil Buatan Indonesia, Bos! (Bobibos) menghadiri audiensi dengan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Senin (13/4).
Baca Juga:Krisis Energi Mengintai, Tranformasi Transportasi Publik Berbasis Listrik Jadi Solusi?Nyalip Berujung Maut, Pemotor di Narogong-Cileungsi Tewas Terlindas Truk
Pembina Bobibos, Mulyadi hadir didampingi langsung Founder Bobibos, Iklas Thamrin. Rapat dipimpin Dirjen Migas Laode Sulaeman. Dalam rapat itu, Iklas menjelaskan bahwa bahan bakarnya sangat siap diuji. Bahkan telah melakukan serangkaian uji internal.
“Kami sudah tes jalan di berbagai merek motor, mobil, diesel, bahkan truk,” kata Iklas.
Sementara itu, Mulyadi mengatakan bahan baku Bobibos berasal dari jerami, bahan yang biasanya dibakar oleh para petani.
“Dengan hadirnya Bobibos, petani senyum dua kali. Saat panen ada beras, setelah panen jeraminya punya nilai ekonomi,” kata Mulyadi.
Ia menargetkan agar inovasi Bobibos berdampak kepada Indonesia, seperti mengurangi impor BBM, menyejahterakan petani, serta mengurangi dampak lingkungan dari bensin fosil.
