JABAR EKSPRES – Kinerja BPR Intan Jabar membaik pada 2025. Itu setelah sengkarut persoalan yang sempat dialami pada 2023.
Catatan positif itu tertuang sebagaimana hasil RUPS yang dilakukan beberapa hari lalu. Khususnya pada perolehan laba perusahaan.
“Pada 2025, BPR Intan Jabar mencatatkan laba Rp11,48 miliar,” terang Kepala Biro BIA Jawa Barat kepada Jabar Ekspres, Selasa (14/4/2026).
Baca Juga:Jadi Temuan BPK, Komisi III Tunggu Pemulihan BPR Intan Jabar dan Indramayu JabarBPK Temukan Masalah Keuangan pada BPR Intan Jabar dan Indramayu Jabar, Rugi Rp 213,04 Miliar dan Rp 18,48 Miliar
Selain laporan kinerja, RUPS itu juga membahas sejumlah rencana strategis perusahaan. Diharapkan BPR Intan bisa makin meningkatkan kinerja dan melayani masyarakat di 2026.
BPR Intan Jabar merupakan salah satu BUMD milik Pemprov Jawa Barat. Neraca per 31 Desember 2024, komposisi modal Pemprov ada di angka 51 persen. Sisanya dari Pemkab Garut 39 persen, dan PT Bank BJB 10 persen.
Di sisi lain, capaian laba pada 2025 itu cukup menggairahkan dibanding kinerja pada 2024 maupun 2023. Berdasarkan data laporan keuangan perusahaan, PT BPR Intan Jabar hanya mencatatkan laba sebesar Rp1,299 miliar pada 2024.
Pada tahun itu, BPR Intan Jabar memperoleh pendapatan operasional sebesar Rp31,7 miliar. Kinerja itu juga sudah membaik jika dibandingkan kondisi 2023.
Pada 2023, bank itu mengalami kerugian sebesar Rp213,04 miliar. Kondisi itu juga menjadi catatan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) saat mengaudit APBD Jabar tahun 2023.
Termasuk kasus dugaan korupsi yang menyeret sejumlah petinggi perusahaan itu. Di mana pada pertengahan Februari 2024, Kejati Jabar menahan 4 petinggi PT BPR Intan Jabar, kaitanya dengan dugaan kasus penyimpangan kredit. (Son)
