JABAR EKSPRES – Penataan Halaman Gedung Sate tengah berlangsung. Targetnya berjalan hingga 6 Agustus 2026 nanti.
Dalam desain penataan yang beredar, halaman Gedung Sate itu akan diintegrasikan dengan Lapangan Gasibu. Jadi pagar depan gedung akan dibuat terbuka.
Lalu taman yang ada di halaman itu akan diratakan. Di desain menjadi area berumput. Kemudian di tengahnya ada tiang bendera. Grand desainya menjadi Plaza Gedung Sate. Direncanakan untuk pusat kegiatan masyarakat.
Baca Juga:Kuliah S2 Sambil Kerja, MM UM Bandung Sasar Alumni Aktif dengan Skema BeasiswaProdusen AMDK Lokal TGM99 Tawarkan Kemasan Lengkap dan Peluang Maklon
Kepala Bagian Tata Usaha Biro Umum Jawa Barat Winny Citra menuturkan, saat ini penataan itu juga telah berjalan. Dimulai dari tahap persiapan. Secara jadwal berlangsung pada 8 April hingga 6 Agustus 2026 nanti.
Winny menguraikan, gagasan besar penataan itu adalah untuk mengembalikan poros Gedung Sate – Jalan Diponegoro dan Lapangan Gasibu. “ Ini jadi satu sumbu utama,” tuturnya dalam keterangan, Sabtu (11/4).
Winny menambahkan, penataan itu juga untuk menguatkan identitas daerah. “Ini merepresentasikan identitas pemerintahan Jawa Barat. Gedung Sate jadi pusat Jawa Barat,” jelasnya.
Selain memperkuat simbol pemerintahan Jabar, kawasan terintegrasi ini diarahkan menjadi ruang publik yang mampu merepresentasikan nilai dan budaya Jawa Barat dalam satu kesatuan yang utuh. Hal itu diwujudkan melalui penataan konsep desain kawasan, pedestrian/akses pejalan kaki, serta elemen ruang terbuka publik lainnya.
Kompleks Gedung Sate merupakan Kantor Gubernur Jawa Barat sekaligus simbol pusat pemerintahan yang sejak awal dirancang sebagai kawasan perkantoran pemerintahan. Berbagai kegiatan resmi pemerintahan maupun aktivitas masyarakat selama ini berlangsung di kawasan tersebut dan di Lapangan Gasibu yang berada tepat di seberangnya.
“Nanti jadi ruang publik juga, jadi lebih terbuka nyaman dan ramah pejalan kaki,” bebernya.
Menurut Winny, secara perencanaan, lahan yang bakal ditata ada di 14.642 meter persegi. Itu dengan panjang koridor 97 meter – 144.24 meter.
Baca Juga:Ditabrak Brio hingga Terpental ke Jalur Lawan, Dua Pemotor Tewas di Kemang BogorDiduga Keracunan MBG dari Posyandu, Warga Pasir Tanjung Bogor Ramai-ramai Datangi Klinik Terdekat
Dari sisi anggaran, proyek ini telah disiapkan dengan alokasi yang tidak sedikit. Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Jawa Barat, terdapat lelang jasa konsultasi pengawasan untuk proyek plaza depan Gedung Sate–Gasibu dengan nilai sekitar Rp464 juta.
