JABAR EKSPRES – Pemerintah Indonesia mulai mengalihkan fokus ke penguatan penerbangan domestik sebagai langkah strategis menghadapi ketidakpastian global, termasuk penutupan ruang udara di sejumlah negara yang mengganggu konektivitas internasional.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menilai kondisi global saat ini berpotensi menekan mobilitas masyarakat serta permintaan perjalanan lintas negara. Karena itu, menjaga aktivitas perjalanan dalam negeri menjadi kunci untuk mempertahankan pergerakan ekonomi.
“Itu sebabnya kita menjaga kenaikan tiket domestic tidak terlalu tinggi agar masyarakat tetap bisa bepergian,” kata Menhub dikutip dari ANTARA, Jumat (10/4).
Baca Juga:Perhutanan Sosial Jadi Penggerak Ekonomi Baru, Menhut Ajak Warga Kelola Hutan Secara BerkelanjutanPemerintah Perkuat Strategi Energi, Pasokan BBM dan LPG Dijaga di Tengah Tekanan Global
Menurutnya, stabilitas tarif domestik berperan penting dalam menjaga arus penumpang, terutama ketika sektor penerbangan internasional sedang mengalami tekanan.
Dudy menyebut pengalaman krisis ekonomi dan pandemic Covid-19 menunjukkan pasar domestic menjadi penopang utama pariwisata saat kunjungan wisatawan asing turun tajam.
“Saat krisis dan Covid-19, pasar domestic menjadi bantalan pariwisata. Karena itu, kami menjaga agar masyarakat tetap bepergian,” ujarnya.
Ia mengatakan, pemerintah berupaya memastikan perjalanan dalam negeri tetap berjalan guna menjaga keberlangsungan industri pariwisata dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
“Langkah ini juga untuk mengantisipasi penurunan arus wisatawan dari luar negeri,” kata Dudy.
Ia juga menanggapi isu pembatasan ruang udara, termasuk oleh China, yang dinilai berdampak pada penerbangan dan pariwisata Indonesia, meski berada di luar kendali pemerintah.
Menurutnya, setiap negara memiliki pertimbangan sendiri dalam kebijakan penerbangan, sehingga Indonesia tidak dapat mengintervensi dan harus menyesuaikan langkah secara adaptif.
Baca Juga:BPS Catat Produksi Gula Naik Sedangkan Konsumsi Rumah Tangga MenyusutRestrukturisasi Utang Whoosh Rampung, Pemerintah Siap Umumkan Skema Baru
“Dampaknya ada, seperti penurunan pariwisata. Kita tidak bisa melarang negara lain mengurangi penerbangan karena kondisi mereka harus dipahami,” ujarnya. ‘
Selain itu, kenaikan harga avtur global turut menekan industri penerbangan, sehingga diperlukan kebijakan untuk menjaga keseimbangan biaya operasional dan daya beli masyarakat.
Dudy juga berharap kondisi global segera membaik agar penerbangan internasional pulih, sementara penguatan pasar domestik terus dilakukan sebagai mitigasi penurunan wisatawan mancanegara.
“Kenaikan avtur bersifat global. Kami berharap kondisi ini membaik. Penutupan ruang udara di China akan berdampak pada Indonesia,” katanya.
