Pemkab Tasikmalaya Tetapkan KLB Campak, Imunisasi Massal Digelar 13-18 April 2026

Dinkes Cimahi Ungkap Fakta Mengejutkan, Mayoritas Kasus Campak Belum Imunisasi!
Ilustrasi: Sejumlah anak di Kabupaten Bandung Barat mengenakan masker sebagai upaya mencegah penularan campak. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

Campak merupakan penyakit yang sangat menular. Penularan terjadi melalui percikan droplet (percikan air liur) saat penderita batuk, bersin, atau berbicara.

Gejala awal penyakit ini meliputi demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, dan diikuti munculnya ruam pada kulit.

Meskipun terlihat sebagai penyakit ringan, campak dapat menimbulkan komplikasi serius.

Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi antara lain pneumonia (radang paru-paru), ensefalitis (radang otak), gangguan penglihatan dan pendengaran, bahkan amnesia imun yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh penderita.

Baca Juga:Fakta Mengejutkan Kasus Campak di Cimahi, Dinkes Ungkap Mayoritas Belum Imunisasi!Cegah Campak, Dinkes Kabupaten Bandung Barat Minta Warga Jaga Pola Hidup Sehat

Selain program ORI, pemerintah juga mendorong pelaksanaan Catch-Up Campaign (CUC) untuk melengkapi imunisasi anak yang belum lengkap.

Seluruh fasilitas kesehatan di Kabupaten Tasikmalaya diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Setiap kasus suspek campak wajib dilaporkan dalam waktu maksimal 24 jam. (CEP)

0 Komentar