JABAR EKSPRES – Majelis Mujahid Mujahidah Priangan (MMP) menggelar pertemuan besar guna memperkuat konsolidasi sekaligus mengkritisi kebijakan pemerintah yang dinilai belum berpihak pada rakyat kecil.
Agenda temu warga ini menjadi momentum penting untuk mempererat kerukunan antaraktivis dan tokoh pergerakan Islam di Jawa Barat dalam menyikapi situasi nasional.
“Kami menyelenggarakan pertemuan ini di RM Sukahati Cipacing, Sumedang, untuk membangun kebersamaan yang kokoh antar sesama pejuang,” tegas pengurus MMP, Selasa (7/4/2026).
Baca Juga:API Jabar Kecam Dominasi Global Amerika yang Melindungi Penjajah IsraelAnggaran Pramuka Melejit Saat Sekda Jabar Jabat Ketua Kwarda
Tantangan Kaderisasi dan Regenerasi Mujahidah Priangan
Eksistensi organisasi memerlukan penyegaran kepengurusan agar mampu menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks, terutama dalam menghadapi tekanan ekonomi global.
Mujahidah Priangan didorong untuk segera melakukan langkah strategis berupa pengaderan pemuda dan mahasiswa guna melanjutkan estafet perjuangan tokoh-tokoh Islam terdahulu.
“Pengurus mengharapkan anggota MMP kedepan dapat membuat program kerja dan pengaderan untuk memajukan majelis tempat bernaung dan berjuang,” ujar Pembina MMP, Ustaz Elan Zaelani.
Solusi atas mandulnya kebijakan yang pro-rakyat adalah dengan menghidupkan kembali sel-sel pergerakan di tingkat basis agar suara umat lebih didengar penguasa.
Mujahid Mujahidah Priangan harus mampu bertransformasi menjadi kekuatan penyeimbang yang mampu mengoreksi setiap regulasi yang merugikan kedaulatan bangsa dan kesejahteraan masyarakat.
“MMP harus melakukan regenerasi terhadap pemuda dan menggandeng mahasiswa di perguruan tinggi untuk memperkuat jaringan perjuangan,” kata Ketua API Jabar, Ustaz Asep Syaripuddin.
Sinergi Tokoh Kebangsaan dan Mujahidah Priangan Selamatkan Negara
Kritik terhadap kebijakan pemerintah tidak hanya datang dari kalangan sipil, tetapi juga didukung oleh purnawirawan TNI yang melihat adanya ancaman kedaulatan.
Baca Juga:Kebijakan Work From Home ASN Cimahi Bukan Celah Bolos KerjaGelap Tanpa Lampu Jalan Puluhan Kendaraan Terjebak Longsor Cadas Pangeran
Mujahid Mujahidah Priangan diminta menjadi jembatan untuk menyatukan pimpinan pesantren dan mubalig dalam sebuah gerakan moral yang masif guna menjaga marwah negara.
“Tokoh ulama, kebangsaan, dan purnawirawan harus bergandengan tangan berjuang menyelamatkan negara dari rongrongan asing yang saat ini dirasakan rakyat,” tegas Mayjen TNI (Purn) Dedi S. Budiman.
Sebagai langkah konkret, MMP disarankan membentuk pusat pelatihan kepemimpinan yang mengadopsi sistem kaderisasi ormas besar seperti NU dan Muhammadiyah yang terstruktur.
Melalui Mujahid Mujahidah Priangan, integrasi antara ilmu agama dan wawasan kebangsaan akan menciptakan kader-kader yang militan dalam menjaga keutuhan NKRI dari kepentingan asing.
