Diduga Tak Layak Konsumsi, Siswa SMPN 1 Dayeuhkolot Ramai-ramai Kembalikan Menu MBG

Aksi sejumlah siswa SMP di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, viral di media sosial setelah mereka bera
Aksi sejumlah siswa SMP di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, viral di media sosial setelah mereka beramai-ramai mengembalikan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) ke dapur SPPG. Foto tangkapan layar instagram
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Aksi sejumlah siswa SMP di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, viral di media sosial setelah mereka beramai-ramai mengembalikan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) ke dapur SPPG.

Dalam video yang beredar, para siswa terlihat membawa ompreng sambil mengeluhkan bau tidak sedap dari makanan yang diterima. Mereka juga menyuarakan protes karena makanan MBG yang dibagikan diduga tidak layak konsumsi.

Peristiwa tersebut terjadi di SMPN 1 Dayeuhkolot, Desa Citeureup, Selasa (7/4). Berdasarkan informasi yang dihimpun, menu MBG saat itu terdiri dari nasi putih, ayam rendang, tempe orek, acar timun wortel, serta buah melon. Namun, saat dibuka, makanan disebut mengeluarkan bau tidak sedap.

Baca Juga:Troole Merchandise Perkuat Posisi sebagai Mitra Strategis Pengadaan Seminar Kit dan Corporate GiftPria Asal Cibinong Tewas Tertemper Kereta di Bojonggede, Polisi Pastikan Hal Ini

Para siswa kemudian mengembalikan makanan tersebut ke dapur SPPG yang berada tidak jauh dari sekolah. Ompreng berisi makanan itu dikumpulkan di depan dapur sebagai bentuk protes.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, jajaran Forkopimcam Dayeuhkolot bersama koordinator kecamatan langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan.

Kapolsek Dayeuhkolot, Triyono, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung bersama unsur terkait. Operasional dapur SPPG pun untuk sementara dihentikan.

“Kemarin kami Forkopimcam dan korcam sudah cek langsung. Informasinya sementara di-off-kan sambil evaluasi dan pengecekan dari Puskesmas Dayeuhkolot,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (8/4/2026).

Ia menambahkan, penghentian sementara dilakukan sebagai langkah evaluasi sambil menunggu hasil pemeriksaan dari pihak kesehatan.

“Iya, berhenti sementara informasinya dari korcam sambil evaluasi,” katanya.

Terkait dugaan makanan basi, pihak kepolisian menyebut masih dalam proses pemeriksaan. Sampel makanan telah diambil oleh Puskesmas Dayeuhkolot untuk diuji lebih lanjut.

Baca Juga:Pendaftaran SNBT Masih Dibuka, POLSUB Ajak Generasi Muda Raih Masa Depan IndustriRAYA CITY ESCAPE: Pengalaman Menginap Lebih Lama di DE BRAGA BY ARTOTEL

“Masih dicek oleh Puskesmas Dayeuhkolot, kemarin sudah diambil sampelnya,” pungkasnya.

0 Komentar