Di Balik Bilik Rapuh, 12 Jiwa Bertahan dalam Sempitnya Harapan

Saparudin (56) saat menunjukan kondisi rumahnya dalam kondisi tidak layak di Desa Cimekar, Kecamatan Cileunyi
Saparudin (56) saat menunjukan kondisi rumahnya dalam kondisi tidak layak di Desa Cimekar, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Foto Agni Ilman Darmawan/Jabar Ekspres/
0 Komentar

“Ya separuh ada yang bocor. Mau dibetulin kadang takut, pas naik takutnya roboh,” tuturnya.

Untuk menyambung hidup, Saparudin bekerja serabutan. Ia tak memiliki pekerjaan tetap, hanya mengandalkan panggilan orang.

“Kalau ada yang nyuruh, baru kerja,” katanya singkat.

Di tengah segala keterbatasan, ia memilih bertahan. Baginya, hidup adalah tentang menerima dan bersabar.

Baca Juga:Puncak Diserbu! Volume Kendaraan Naik 70%, Jalur Puncak-Cianjur Padat MerayapLebaran Jadi Momen Harapan Baru, 452 Warga Binaan Lapas Garut Dapat Remisi, 2 Langsung Bebas!

“Enak gak enaknya, pahit dan manisnya, udah kemakan. Cuma kesabaran yang jadi obatnya,” ucapnya.

Kisah rumah rapuh ini sempat ramai diperbincangkan. Banyak yang datang melihat, namun perubahan nyata baru terasa setelah perhatian publik mengarah ke sana.

Kini, harapan mulai tumbuh. Saparudin menyebut, rumahnya akan segera dibongkar dan dibangun kembali melalui program rumah tidak layak huni (rutilahu).

“Iya, hari Minggu pembongkaran, hari Senin pembangunan,” katanya.

Untuk sementara waktu, keluarganya harus pindah ke rumah kontrakan yang disediakan oleh donatur.

Sementara itu, Kepala Desa Cimekar, Iwan Darmawan, menyadari bahwa persoalan rumah tidak layak huni di wilayahnya bukan hal kecil. Sejak ia menjabat pada 2020, tercatat ratusan rumah membutuhkan perbaikan.

Ia menjelaskan, dari total 471 unit rutilahu, sebanyak 291 unit telah selesai diperbaiki. Sisanya, sekitar 180 unit, masih menunggu giliran termasuk rumah Saparudin.

“Rumah yang kita bahas ini sebenarnya sudah masuk dalam daftar dari kabupaten, tapi dialokasikan di tahap kedua,” ujarnya.

Baca Juga:Pemudik Asal Bandung Meninggal Saat Singgah di Rumah Makan SumedangH+2 Lebaran, Jalur Puncak Bogor–Cianjur Terapkan One Way Akibat Lonjakan Kendaraan

Namun, setelah kondisi rumah tersebut menjadi sorotan, pemerintah kabupaten bergerak lebih cepat. Koordinasi dilakukan dengan berbagai pihak agar pembangunan bisa diprioritaskan.

“Dengan viralnya kasus ini, pihak pemerintah kabupaten sudah beberapa kali berkunjung dan berkomunikasi supaya dipercepat. Alhamdulillah tadi sudah disurvei dan diukur, mungkin mulai Senin akan segera kita bangun,” kata Iwan.

0 Komentar