2. Taktik Tekanan Tinggi dan Urgensi Palsu
Penipu sering menciptakan tenggat waktu palsu untuk memaksa pengambilan keputusan cepat. Mereka kerap menggunakan kalimat seperti “penawaran berakhir hari ini” dan sering kali menghalangi calon pembeli untuk berkonsultasi dengan penasihat keuangan atau anggota keluarga.
“Dealer logam mulia yang bereputasi tidak perlu mendesak Anda untuk mengambil keputusan, dan perusahaan mana pun yang menolak mengirimkan informasi tertulis atau membuat Anda merasa bersalah karena ingin waktu berpikir kemungkinan besar sedang menjalankan penipuan,” lanjut keterangan tersebut.
3. Janji Keuntungan Tetap atau “Tanpa Risiko”
Mengingat harga emas bersifat fluktuatif mengikuti kondisi pasar, klaim yang menyatakan bahwa emas tidak memiliki risiko atau hanya akan naik nilainya adalah sebuah kebohongan. Investor diminta curiga pada pihak yang menyebut emas sebagai satu-satunya investasi aman yang tersedia.
Baca Juga:OJK Laporkan Pembiayaan MBG Sudah Habiskan DANA Rp1,2 Triliun dan Kopdes Merah Putih Rp174,73 TriliunHeboh, Carmen Hearts2Hearts Pose Finger Heart Bareng Presiden Prabowo dan Presiden Korsel
“Jika seseorang menjanjikan keuntungan yang dijamin, mengklaim harga emas hanya naik, atau menyarankan Anda tidak akan kehilangan uang dengan berinvestasi emas, mereka berbohong,” tegas laporan itu.
4. Mark-up Berlebihan dan Biaya Tersembunyi
Salah satu modus paling umum adalah menjual emas jauh di atas harga pasar. Penipu bisa mematok harga 50% hingga 100% lebih tinggi dari nilai wajar karena mengetahui bahwa banyak lansia mungkin tidak melakukan verifikasi harga secara mandiri sebelum membeli.
“Selalu periksa harga emas saat ini di situs web independen sebelum melakukan pembelian apa pun, dan curigalah jika Anda bertemu dengan dealer yang tidak menjelaskan markup atau biaya mereka secara jelas,” tambahnya.
5. Desakan Likuidasi Akun Pensiun
Sangat penting untuk waspada terhadap pihak yang mendorong pencairan dana pensiun seperti IRA atau 401(k) untuk membeli emas fisik. Proses yang terburu-buru ini sering memicu denda pajak dan biaya penarikan dini yang merugikan investor di atas harga emas yang sudah digelembungkan.
“Waspadalah terhadap siapa pun yang mendorong Anda untuk mencairkan akun pensiun Anda untuk membeli emas fisik, terutama jika mereka menawarkan bantuan dalam proses pengalihan tersebut,” tulis laporan tersebut.
6. Kredibilitas Tidak Terverifikasi
Dealer logam mulia yang sah terdaftar di lembaga negara dan federasi. Jika sebuah perusahaan tidak dapat memberikan informasi registrasi yang dapat diverifikasi atau mengklaim bahwa mereka tidak perlu mengikuti aturan karena “emas itu berbeda”, maka calon investor disarankan untuk segera menjauh.
