JABAR EKSPRES – Sakit tengorokan berat menjadi salah satu gejala dari varian covid terbaru BA.3.2 atau ‘Cicada’ yang kini tengah viral karena penyebarannya yang meningkat pesat.
Sudah ada 25 negara yang dilaporkan menangani kasus varian terbaru Covid Cicada ini, dimana seluruhnya merupakan negara bagian Amerika Serikat.
Meski belum sampai ke benua Asia, namun tingginya penularan dari varian ini membuat banyak negara mulai waspada. Bagaimana tidak, varian yang sudah terdeteksi ada sejak tahun 2024 ini, belakangan mulai menyumbang jumlah infeksi yang signifikan, mencapai 30 persen kasus COVID di beberapa negara Eropa Timur.
Baca Juga:BBM Tak Jadi Naik April 2026 Nanti, Pemerintah Minta Masyarakat Tidak Panic BuyingBenarkah Pemerintah Bakal Batasi Pembelian BBM Per 1 April 2026 Nanti
Menurut para ara ahli, varian ini juga memiliki tingkat mutasi pada BA.3.2 yang membuatnya lebih mampu menghindari perlindungan dari vaksin maupun sistem kekebalan tubuh yang sudah terbentuk akibat infeksi COVID-19 sebelumnya.
Hal ini berpotensi memicu lonjakan kasus kembali pada musim panas mendatang. Seperti kebanyakan varian lainnya, gejala Cicada pada dasarnya sangat mirip dengan varian lain.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengungkapkan gejala umumnya meliputi:
1. Hidung berair atau tersumbat2. Demam3. Sakit kepala4. Kelelahan5. Bersin6. Sakit tenggorokan7. Batuk8. Nyeri otot atau pegal-pegal9. Muntah10. Diare11. Perubahan pada indera penciuman atau perasa12 Sakit tenggorokan yang perih
Meski demikian, Menurut Direktur Medis dari National Foundation for Infectious Diseases, Dr Robert H Hopkins Jr, varian Cicada ini belum terlihat lebih parah dibanding varian lain yang juga masih beredar.
“Saya belum melihat data yang menunjukkan bahwa varian Cicada lebih parah dibandingkan varian lain yang sedang beredar,” ucapnya , dikutip dari USA Today, Rabu (1/4/2026).
“Sakit tenggorokan yang berat dilaporkan sebagai gejala yang cukup umum, bersama dengan gejala khas COVID lainnya,” sambungnya.
Baca Juga:4 Kesalahan Saat Promil yang Tidak Disadari Menghambat Keberhasilan ProgramBenarkah April BBM Naik? Pertamax Jadi Rp17.000, Ini Jawaban Kementerian ESDM
CDC mengungkapkan secara umum gejala COVID sangat sulit dibedakan dengan flu biasa tanpa tes. Namun, ada beberapa gejala yang sedikit sering lebih muncul pada masing-masing kondisi tersebut.
