Bobby mengaku, padi yang mati pun setelah diberitahukan kepada pihak dapur tidak ada penggantian ataupun kompensasi.
“Dari awal pembangunan sampai berjalan distribusi tidak ada koordinasi dengan warga maupun pengurus kewilayahan, baik meminta izin atau komunikasi,” imbuhnya.
“Begitu pun setelah banyak keluhan dan dampak kepada warga, pihak dapur tidak ada komunikasi maupun koordinasi,” pungkas Bobby. (Bas)
