JABAR EKSPRES – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan percepatan penataan kawasan Puncak sebagai prioritas utama Pemerintah Kabupaten Bogor.
Hal ini bertujuan mengurai kemacetan sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih tertata dan nyaman bagi masyarakat.
“Penataan kawasan Puncak terus kami percepat, baik dari sisi lingkungan maupun penguraian kemacetan, agar kawasan ini lebih tertata dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat,” ujar Rudy Susmanto, Jumat (27/3).
Baca Juga:Bukti Daya Beli Kuat, Uang Beredar di Lebaran Capai Rp1.370 TriliunPrioritaskan Rakyat, Harga BBM Subsidi Dijaga Tetap Stabil di Tengah Gejolak Global
Rudy Susmanto menekankan bahwa penataan kawasan Puncak tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah.
Kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan pihak swasta dan pemerintah pusat, menjadi kunci keberhasilan, terutama karena sebagian jalur di Puncak merupakan jalan nasional.
“Kita tidak bisa hanya menunggu. Penyelesaian kawasan Puncak harus dilakukan melalui kolaborasi bersama, baik pemerintah daerah maupun pihak swasta,” tegasnya.
Menurut Rudy, Pemerintah Kabupaten Bogor telah melakukan kajian mendalam terhadap jalur dari Megamendung hingga perbatasan Cianjur.
Dari kajian itu, akan ditentukan langkah konkret, termasuk pembagian peran antara pemerintah daerah dan pihak swasta.
Ia mendorong agar proses administrasi segera diselesaikan, dengan target awal April sudah ada kejelasan terkait rencana teknis dan pembiayaan.
“Saya berharap proses administrasi tidak berlarut. Awal April harus sudah ada kejelasan, termasuk gambaran anggaran serta pembagian peran yang jelas,” tambahnya.
Baca Juga:Kemnaker Perketat Pengawasan, Aduan THR Tak Lagi Berhenti di AdministrasiTransisi Kompor Listrik Dinilai Jadi Kunci Kurangi Ketergantungan Impor Energi, Benarkah?
Bupati Rudy optimistis, dengan percepatan dan kolaborasi yang kuat, upaya penataan ini akan mampu mengurai kemacetan secara signifikan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.
“Jika ini bisa kita selesaikan bersama, kemacetan di Puncak akan terurai dengan baik. Yang terpenting, masyarakat mendapatkan manfaat nyata,” tutupnya.
