Fenomena “lautan manusia” ini membawa dampak ekonomi positif bagi pelaku usaha lokal.
Alfin Renaldi, wisatawan asal Tasikmalaya, menuturkan bahwa Pangandaran tetap menjadi pilihan utama keluarganya karena kelengkapan fasilitasnya meski harus menembus kemacetan panjang.
Siaga Keselamatan dan Evaluasi Transportasi
Tingginya kepadatan Kunjungan Wisatawan menuntut kesiagaan ekstra dari petugas keamanan laut.
Baca Juga:Ribuan Keluarga Kunjungi Warga Binaan di Lapas Kelas IIB SukabumiKritik Kebijakan Kompensasi Pemungut Koin di Jalur Pantura: Solusi Nyata atau Sekadar Pencitraan?
Satpolairud Polres Pangandaran bersama Balawista meningkatkan intensitas patroli guna memantau keselamatan pengunjung yang berenang.
Imbauan melalui pengeras suara terus digemakan agar pengunjung tidak melewati batas aman yang telah ditandai bendera merah.
Otoritas memperkirakan arus wisata masih akan tetap tinggi hingga akhir pekan ini mengingat masa libur sekolah dan cuti bersama yang masih berlangsung.
Kepolisian mengimbau pengendara untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, terutama sistem pengereman saat melintasi jalur perbukitan menuju objek wisata.
Kondisi ini menjadi catatan penting bagi evaluasi manajemen transportasi daerah di masa mendatang.
Fokus utama yang perlu dibenahi mencakup penyediaan kantong parkir tambahan serta percepatan digitalisasi sistem pembayaran di pintu masuk wisata untuk meminimalisir antrean fisik kendaraan yang kerap menjadi pemicu kemacetan panjang. (agi/cep/yan)
