JABAR EKSPRES- Lonjakan wisatawan pada hari ketiga libur Lebaran menyebabkan lebih dari 40 anak dilaporkan terpisah dari orang tua mereka di kawasan Pantai Pangandaran, Jawa Barat. Petugas gabungan yang berjaga di sepanjang Pantai Barat pun terus bergerak cepat menyatukan kembali wisatawan yang terpisah.
Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar Potawari, mengonfirmasi bahwa mayoritas laporan yang masuk berasal dari orang tua yang kehilangan anak saat bermain di tepi pantai. Keramaian yang mencapai puncaknya sejak Selasa (24/3/2026) ini membuat pengawasan menjadi tantangan tersendiri.
“Karena banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Pangandaran, memang ada beberapa laporan yang anaknya terpisah dengan orangtuanya. Alhamdulillah, dari banyaknya laporan, sejauh ini mereka dapat kembali bertemu setelah kami melakukan upaya dengan mengumumkan identitas atau ciri-ciri korban melalui pengeras suara,” ujar AKBP Ikrar Potawari.
Baca Juga:Perkuat Ketahanan Pangan Jelang Lebaran, BULOG Bandung Salurkan Bantuan Beras dan Minyak GorengDirikan Klub Satelit di Bandung, PB Jaya Raya siap Hadirkan Atlet Berpotensi untuk Bulu Tangkis
Salah satu insiden yang tercatat melibatkan wisatawan asal Cimati, Rohansah. Ia melaporkan adiknya yang berusia 16 tahun bernama Rizal hilang di sekitar Pos 3 Pantai Barat. Menurut keterangan Rohansah, kejadian bermula saat mereka berenang bersama keluarga. Rizal pergi mencari saudaranya yang lain dan tidak kembali lagi ke tepian.
“Tadi saya sama keluarga lagi berenang di depan Pos 3 Pantai Barat. Kronologinya jadi adik saya bernama Rizal itu sedang nyari adik saya yang kedua. Pas adik saya yang kedua sudah kembali, tapi Rizal tidak kembali lagi. Saat ini saya sementara masih mencari, dan melaporkan kepada petugas yang berpatroli,” ungkap Rohansah.
Menanggapi situasi ini, petugas gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, serta penjaga pantai (balawista) dikerahkan secara masif. Selain melakukan patroli dan pencarian, petugas juga mengaktifkan pengeras suara di setiap pos pemantauan untuk mengumumkan ciri-ciri wisatawan yang dilaporkan hilang.
Selain fokus pada penyatuan kembali wisatawan yang terpisah, petugas juga meningkatkan upaya pencegahan. Di sejumlah titik rawan sepanjang garis pantai, rambu-rambu larangan berenang berupa bendera merah ditambah jumlahnya. Petugas mengimbau para orang tua untuk tidak lengah dan memantau terus aktivitas anak-anak mereka di tengah keramaian.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian bagi wisatawan yang belum bertemu dengan keluarganya masih terus dilakukan oleh tim gabungan di lapangan. (CEP)
