Selain pasar kaget, area tempat ibadah seperti masjid dan alun-alun yang digunakan untuk salat Idulfitri juga diprediksi menjadi titik krusial penumpukan sampah. Aktivitas ibadah dan halal bihalal dinilai berkontribusi terhadap peningkatan volume sampah.
“Kemudian yang kedua, tentunya nanti penumpukan sampah itu di area tempat salat biasanya di alun-alun, di masjid,” jelasnya.
DLH Cimahi pun berencana kembali mengimbau pengelola masjid untuk turut berperan aktif dalam pengelolaan sampah, terutama setelah pelaksanaan salat Id dan kegiatan halal bihalal yang biasanya menghasilkan sampah dalam jumlah besar.
Baca Juga:Produksi Sampah Cimahi Diprediksi Membludak saat Lebaran DLH Cimahi Akui Edukasi Pilah Sampah Masih Jadi Tantangan, Opsi Operasional TPST Dua Shift Dikaji
“Makanya nanti juga kami akan menghimbau kembali kepada masjid untuk mengolah sampah atau meminimalkan sampah yang ada pascasalat dan juga pascamungkin halal bihalal, itu yang kita khawatirkan,” bebernya.
Tidak hanya itu, kawasan permukiman warga juga menjadi penyumbang terbesar penumpukan sampah pasca Lebaran. Beberapa titik TPS seperti TPS Santiong, TPS Lebaksaat, dan TPST Utama diperkirakan mengalami peningkatan volume sampah yang signifikan.
“Kemudian yang ketiga, sampah yang numpuk banyak, sebetulnya lebih banyak mungkin di rumah-rumah dan di titik-titik tertentu yang biasa orang membuang sampah, seperti di TPS Santiong, TPS Lebaksaat, dan TPST Utama,” kata Chanifah.
Ia juga menyoroti fenomena titik kumpul sampah informal atau “tikum” yang kerap muncul di luar TPS resmi. Titik-titik ini dinilai berpotensi memperparah kondisi penumpukan sampah jika tidak segera ditangani.
“Jadi selain di TPS kan ada yang suka untuk titik-titik kumpul (tikum) itu mereka juga pasti bertambah sampahnya di sana,” imbuhnya.
Meski Hari Raya Idulfitri identik dengan libur nasional, DLH Cimahi memastikan layanan pengangkutan sampah tetap berjalan normal. Penghentian operasional hanya dilakukan sementara saat pelaksanaan salat Idulfitri.
“Kalau untuk pengangkutan, seperti tahun-tahun lalu paling hanya libur pada waktu shalat aja, setelah itu tetap jalan,” tuturnya.
Baca Juga:TPA Sarimukti Terbatas, DLH Cimahi Siapkan Strategi Kendalikan Sampah Jelang LebaranSampah Kota Cimahi Meningkat Signifikan di Bulan Puasa, Plastik Jadi Penyumbang Terbesar
Namun, operasional pengangkutan sampah tetap bergantung pada jadwal operasional Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti. Jika TPA beroperasi, maka layanan pengangkutan di Cimahi akan tetap berjalan.
“Itu pun tergantung Sarimukti tutupnya tanggal berapa, kita ikutin. Kalau Sarimukti buka ya kita tetap ada pelayanan,” tambahnya.
