TPA Sarimukti Terbatas, DLH Cimahi Siapkan Strategi Kendalikan Sampah Jelang Lebaran

TPA Sarimukti Terbatas, DLH Cimahi Siapkan Strategi Kendalikan Sampah Jelang Lebaran
Ilustrasi Penumpukan Sampah di TPA Sarimukti (Doc: Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi mulai mengantisipasi potensi lonjakan volume sampah menjelang hingga setelah perayaan Hari Raya Idulfitri. Peningkatan timbulan sampah pada periode tersebut dinilai hampir selalu terjadi setiap tahun seiring meningkatnya aktivitas masyarakat.

Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena keterbatasan kapasitas di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti yang selama ini menampung sampah dari sejumlah wilayah di Bandung Raya.

Kepala DLH Kota Cimahi, Chanifah Listyarini mengatakan, peningkatan volume sampah saat momentum Lebaran bukanlah fenomena baru.

Baca Juga:Sampah Kota Cimahi Meningkat Signifikan di Bulan Puasa, Plastik Jadi Penyumbang TerbesarPemkot Cimahi Kejar Zero Sampah ke Sarimukti, TPST dan RDF Jadi Andalan

Aktivitas konsumsi rumah tangga yang meningkat, mobilitas masyarakat selama masa mudik, hingga berbagai kegiatan perayaan hari raya menjadi faktor utama bertambahnya jumlah sampah.

Namun, ia menilai penambahan petugas maupun armada pengangkutan sampah tidak serta-merta menjadi solusi atas persoalan tersebut. Pasalnya, kapasitas penerimaan sampah di TPA Sarimukti tetap dibatasi.

“Mau petugas ditambah, mau angkutan ditambah, tapi kan di TPA Sarimukti dibatasi,” ujarnya pada Jabar Ekspres, Rabu (11/3/2026).

Menurut Chanifah, keterbatasan daya tampung di tempat pembuangan akhir membuat pemerintah daerah harus mengubah pendekatan dalam pengelolaan sampah.

Jika sebelumnya penanganan lebih berfokus pada pengangkutan dan pembuangan, kini pengendalian harus dimulai dari sumbernya.

Langkah paling realistis, kata dia, adalah mengurangi volume sampah sejak dari tingkat rumah tangga melalui pemilahan sampah.

“Jadi tetap pihaknya mau nggak mau harus melakukan pengurangan sampah di hulunya, di sumbernya, yaitu melakukan pilah sampah,” tegasnya.

Baca Juga:Hadapi Krisis Sampah dan Iklim, DLH Cimahi Tetapkan Empat Fokus Strategis LingkunganBegini Tanggapan DLH Cimahi Soal Keluhan ISPA Warga Leuwigajah Akibat Pembakaran Sampah

Pemilahan sampah dinilai sebagai langkah mendasar yang dapat dilakukan oleh masyarakat. Dengan memilah sejak awal, sebagian sampah tidak perlu lagi dibuang ke tempat pembuangan akhir karena dapat dikelola secara mandiri atau melalui sistem pengelolaan lingkungan yang telah tersedia.

Salah satu jenis sampah yang paling memungkinkan untuk ditangani langsung di tingkat rumah tangga adalah sampah organik. Sampah jenis ini relatif lebih mudah diolah, misalnya melalui metode pengomposan sederhana di lingkungan tempat tinggal.

“Yang organik di urusin, makanya kami rakor dengan wilayah, karena wilayah waspada jangan sampai nanti setelah lebaran terjadi peningkatan sampah yang tidak bisa kita tangani,” ujarnya.

0 Komentar