Puncaknya adalah Qiyamullail yang diimami Faqih, disusul dengan sahur bersama yang mempererat ukhuwah.
Kisah Faqih adalah pengingat bagi kita semua. Di tengah hiruk-pikuk dunia digital, masih ada tunas-tunas muda yang memilih menghabiskan malamnya dengan memeluk ayat-ayat suci.
Ia tidak hanya memimpin shalat, tapi juga memimpin harapan bahwa masa depan syiar Islam ada di tangan generasi yang mencintai Al-Qur’an sejak dini.
Baca Juga:DPRD Jabar Ancam Amputasi BUMD Merugi demi Selamatkan APBD dan Genjot PADBandul Sanksi Menanti! 157 Perusahaan di Jawa Barat Dilaporkan 'Nunggak' THR 2026
Semoga langkah kecil dari Jatinangor ini menjadi inspirasi bagi para orang tua dan remaja lainnya untuk terus menjaga cahaya Al-Qur’an hingga Ramadhan-Ramadhan berikutnya. (yan).
