Ngatiyana: Pawai Ogoh-Ogoh Jadi Simbol Persatuan Lintas Agama di Cimahi

Umat Hindu menonton pawai budaya ogoh-ogoh di Kota Cimahi, Jawa Barat, Selasa (17/3). Pawai budaya ogoh-ogoh y
Umat Hindu menonton pawai budaya ogoh-ogoh di Kota Cimahi, Jawa Barat, Selasa (17/3). Pawai budaya ogoh-ogoh yang juga menampilkan berbagai kesenian dan tarian tersebut diselenggarakan untuk menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

“Dari Sabang sampai Merauke ada, menunjukkan bahwa Cimahi walaupun bermacam-macam suku, agama, dan ras etnis, tetapi tetap bersatu,” tegas Ngatiyana.

Menurutnya, nilai utama yang harus terus dijaga adalah persatuan dan kesatuan, terutama di tengah dinamika sosial yang terus berkembang. Ia berharap semangat toleransi yang tercermin dalam pawai budaya ini dapat terus dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Pawai ogoh-ogoh lintas etnis dan agama ini pun menjadi salah satu agenda penting dalam memperingati Hari Nyepi di Cimahi, sekaligus memperkuat pesan bahwa keberagaman adalah fondasi utama dalam menjaga persatuan bangsa.

Baca Juga:Dirikan Klub Satelit di Bandung, PB Jaya Raya siap Hadirkan Atlet Berpotensi untuk Bulu Tangkis Perkuat Silaturahmi, Ketua Relawan Bedas Galih Hendrawan Salurkan Paket Sembako di Pameungpeuk

“Sehingga Cimahi dalam keadaan aman, kondusif, tertib, rukun, saling menghargai, dan saling menghormati lintas agama dan lintas etnis di Kota Cimahi,” tandasnya. (Mong)

Laman:

1 2
0 Komentar