JABAR EKSPRES – Jajaran Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Bandung terus mendalami kasus dugaan pengeroyokan yang menyebabkan seorang pelajar SMAN 5 Bandung meninggal dunia.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 14 Maret 2026, di kawasan Cihampelas, Kota Bandung. Pelaksana Tugas (Plt) Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Adiwijaya, mengatakan pihaknya melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) masih melakukan proses penyelidikan.
“Percayakan kepada Polrestabes Bandung untuk melakukan pendalaman dan penyidikan berkaitan dengan kejadian tersebut,” ujar Adiwijaya, Senin (16/3).
Baca Juga:ESDM Apresiasi Kesiapan Pertamina Jaga Pasokan Energi Selama Ramadan dan Idulfitri 2026BSI Berbagi: 5.000 Anak Yatim Terima Santunan Serentak di Seluruh Indonesia
Dalam kasus ini, seorang pelajar kelas XI SMAN 5 Bandung berinisial MFA diduga meninggal dunia setelah dikeroyok oleh sejumlah orang di kawasan Cihampelas, Kota Bandung.
Berdasarkan narasi yang beredar, korban diduga dikeroyok oleh sekelompok orang setelah menghadiri acara buka puasa bersama di kawasan Ciumbuleuit, Kota Bandung.
Adiwijaya menegaskan bahwa pihaknya akan mendalami kasus tersebut hingga fakta sebenarnya terungkap.
“Kami berharap kejadian ini tidak menimbulkan dampak lanjutan di kemudian hari,” imbuhnya.
Sebelumnya, rekaman video dugaan aksi pengeroyokan terhadap seorang remaja hingga meninggal dunia di kawasan Cihampelas, Kota Bandung, viral di media sosial.
Berdasarkan video dan narasi yang beredar, peristiwa tersebut diduga menimpa seorang pelajar SMAN 5 Bandung pada Sabtu, 14 Maret 2026, dini hari.
Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Coblong Kompol Riki Erickson membenarkan adanya dugaan peristiwa tersebut.
Baca Juga:Transaksi ZISWAF BSI Naik 14 Persen Selama Ramadan Silaturahmi Akbar PKB, Kang Cucun Serahkan Kendaraan Ambulans untuk 31 Kecamatan
“Dugaan sementara, kejadian ini melibatkan pelajar SMAN 5 Bandung dan SMAN 2 Bandung,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (14/3).
Riki menyebutkan, akibat peristiwa tersebut seorang remaja yang diduga merupakan pelajar SMAN 5 Bandung dinyatakan meninggal dunia. Insiden itu diduga terjadi pada Jumat malam, 13 Maret 2026, hingga Sabtu dini hari, 14 Maret 2026.
Sementara itu, penanganan kasus tersebut kini telah diambil alih oleh Polrestabes Bandung.
“Penanganannya di Polrestabes,” pungkasnya.(San)
