BPBD Kota Bogor Dirikan Pos Komando Kolaborasi Siaga Bencana di Balai Kota Selama Mudik Lebaran 2026 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor mendirikan Pos Komando Kolaborasi Siaga Bencana di kawas
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor mendirikan Pos Komando Kolaborasi Siaga Bencana di kawasan Balai Kota Bogor selama periode mudik Lebaran 2026. Foto: Sekar Andini/Jabar Ekspres/
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor mendirikan Pos Komando Kolaborasi Siaga Bencana di kawasan Balai Kota Bogor selama periode mudik Lebaran 2026 yang dimulai pada 14 Maret 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, mengatakan pembentukan pos komando ini mengacu pada edaran Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Barat yang meminta setiap kabupaten/kota membentuk dua posko siaga selama periode libur Lebaran.

Saat ini, BPBD Kota Bogor memiliki dua pos komando, yakni pos komando utama yang berada di Mako BPBD Kota Bogor di Jalan Kayu Manis serta pos komando cabang yang bersifat kolaborasi di kawasan Balai Kota Bogor sebagai basis Pemerintah Kota Bogor.

Baca Juga:ESDM Apresiasi Kesiapan Pertamina Jaga Pasokan Energi Selama Ramadan dan Idulfitri 2026BSI Berbagi: 5.000 Anak Yatim Terima Santunan Serentak di Seluruh Indonesia

“Selain amanat dari para pimpinan, pos komando kolaborasi ini juga diharapkan dapat mempercepat respons penanganan dan tata kelola bencana apabila pada periode mudik ini terjadi kejadian atau potensi risiko bencana. Tapi yang kita doakan mudah-mudahan aman-aman saja di Kota Bogor ini,” ujar Dimas saat ditemui di Balai Kota Bogor, Minggu (15/3/2026).

Dimas menjelaskan, pendirian pos komando kolaborasi di kawasan Balai Kota Bogor juga bertujuan untuk memperluas dan mempercepat jangkauan pelayanan penanganan bencana di seluruh wilayah Kota Bogor yang terdiri dari enam kecamatan, terutama apabila terjadi bencana selama momentum perayaan Lebaran.

Saat ini BPBD Kota Bogor juga telah melakukan pemetaan terhadap wilayah yang dinilai rawan bencana.

Berdasarkan data infografis tahun 2026, Kecamatan Bogor Selatan dan Bogor Barat menjadi wilayah yang paling sering terdampak bencana. Selain cuaca ekstrem, bencana yang paling banyak terjadi di kedua wilayah tersebut adalah tanah longsor.

Meski demikian, Dimas menyebut potensi risiko bencana tersebut seperti banjir, tanah longsor, maupun cuaca ekstrem pada dasarnya tersebar hampir merata di enam kecamatan di Kota Bogor.

“Ini juga untuk mendekatkan pelayanan, khususnya ke wilayah selatan, timur, dan tengah. Jadi sudah dibagi. Pos komando utama di kantor BPBD Kayu Manis mempercepat pelayanan untuk wilayah utara, barat, tanah sareal dan sebagian tengah. Sedangkan pos komando kolaborasi di Balai Kota melayani wilayah tengah, timur, selatan,” jelasnya.

0 Komentar