Potensi Turun Hujan, Pemudik Disarankan Hidari Perjalanan Sore-Malam

Waspada! Ini 6 Jalur Rawan Kecelakaan Saat Mudik di Bandung Barat
Petugas Dishub saat mengamankan arus lalu lintas di Simpang Tol Padalarang, Bandung Barat. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

Jabar Ekspres – Masyarakat disarankan untuk melakukan perjalanan mudik saat pagi hingga siang hari. Karena, pada sore dan malam hari masih berpotensi turun hujan.

Hal itu berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Di perkirakan hujan dengan kategori rendah hingga menengah masih berpotensi mengguyur saat musim mudik Lebaran 2026.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Teguh Rahayu menuturkan, secara umum wilayah Jawa Barat nampaknya bakal masih diguyur hujan. Curah hujannya kategori rendah hingga menengah.

Baca Juga:Dirikan Klub Satelit di Bandung, PB Jaya Raya siap Hadirkan Atlet Berpotensi untuk Bulu Tangkis Perkuat Silaturahmi, Ketua Relawan Bedas Galih Hendrawan Salurkan Paket Sembako di Pameungpeuk

Namun hujan dengan kategori tinggi masih ada di beberapa wilayah. Yakni sebagian besar Majalengka, Kuningan bagian barat daya, sebagian kecil Sumedang bagian timur dan tengah serta Subang bagian tenggara. “Secara umum rendah hingga menengah. Tapi ada beberapa wilayah yang kategori tinggi,” bebernya, dalam keterangan, Sabtu (14/3).

Teguh melanjutkan, BMKG sebenarnya juga telah bersiap untuk antisipasi. Salah satunya dengan operasi modifikasi cuaca. Langkah itu bakal dilakukan secara situasional. Yakni memperhatikan kedaruratan. “sasarannya wilayah yang berpotensi bencana hidrometeorologi,” cetunya.

Para pemudik juga disarankan untuk menghindari perjalanan sore hingga malam. Karena itu waktu-waktu potensi turun hujan. Lebih baik perjalanan pada pagi hingga siang hari.

Teguh melanjutkan, potensi banjir juga berpeluang terjadi di momen Idul Fitri kali ini. Diperkirakan ada di 19 Maret. Karena saat itu ada fenomena bulan baru. Kemudian prediksinya juga di 22 Maret. Karena saat itu ada oleh fenomena perigee atau jarak terdekat bumi dan bulan.

Selain kepada masyarakat, Teguh juga mengingatkan kepada pemerintah daerah. Khususnya yang berkaitan dengan kejadian bencana hidrometeorologi. “Daerah rawan banjir dan longsor perlu diantisipasi. Termasuk upaya memangkas pohon tua di pinggir jalan. Agar tidak roboh,” jelasnya.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hadi Wijaya menambahkan, musim hujan masih belum tuntas di momen Idul Fitri kali ini. Sehingga masih berpotensi memicu memicu gerakan tanah, terutama di lereng curam dan batuan vulkanik yang lapuk.

Oleh karena itu, masyarakat perlu mewaspadai terjadinya gerakan tanah. Hadi menyebutkan ada lima titik rawan longsor di Jawa Barat, yakni di Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Garut.

0 Komentar