JABAR EKSPRES – Kampung Mulyasari RW 04 Desa Gandasari menggelar acara Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim pada bulan suci Ramadhan 1447 H di lapangan Toktak sebelah Mesjid Umar Bin Khattab.
Kegiatan ini berlangsung dengan penuh kebersamaan dan kepedulian sosial, dihadiri oleh pengurus wilayah, tokoh masyarakat, serta para ketua RT.
Acara diawali dengan sambutan dari Ketua PWI Kabupaten Bandung H. Asep Syahrial yang diwakili Apih Igun yang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap anak-anak yatim piatu di lingkungan RW 04 kampung Mulyasari,.Sabtu (14/03/2026).
Baca Juga:Heboh di Media Sosial! Video Viral “Ibu Tiri dan Anak Tiri di Kebun Sawit” Bikin Netizen PenasaranHarga iPhone 15 Anjlok Jelang Lebaran 2026, Kini Bisa Dibeli Mulai Rp11 Jutaan
“Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan saudara-saudara kita yang membutuhkan, khususnya anak-anak yatim. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan menjadi berkah bagi kita semua di bulan yang penuh rahmat ini,” ujar Apih Igun.
Di tempat yang sama, Ketua RW 04, Dadang Ongky dalam sambutannya mengapresiasi inisiatif karang taruna RW 04 dan seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini.
“Saya sangat bangga dengan semangat gotong royong warga RW 04, terutama Karang taruna yang terus aktif dalam kegiatan sosial. Semoga kebaikan ini terus berlanjut dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” kata Dadang Ongky.
Sementara Kades Gandasari Rizal Solihin, juga memberikan pernyataan mengenai pentingnya kolaborasi antara Karang taruna, masyarakat dan pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang harmonis.
“Sinergi antara Karang taruna, masyarakat pengurus wilayah, dan warga sangat penting untuk membangun lingkungan yang peduli dan solid. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan dan menjadi inspirasi bagi komunitas lainnya,” ujar Rizal Solihin.
Sore di Mulyasari terasa berbeda. Menjelang waktu berbuka puasa, tawa dan tepuk tangan warga pecah saat tokoh wayang Cepot tampil dalam gelaran “Cepot Ngabuburit”.
Kegiatan yang digelar di kampung Mulyasari RW 04 itu menjadi bagian dari penguatan ekosistem budaya hiburan, pertunjukan tersebut memadukan seni, dakwah, dan refleksi spiritual Ramadan.
Baca Juga:Anak Sekolah Kini Tak Boleh Pakai AI seperti ChatGPT, Ini Alasan PemerintahJelang Libur Lebaran 2026 Kebun Binatang Bandung Masih Belum Bisa Dibuka
Dalang Yuda Deden Kosasih Sunarya menghidupkan suasana lewat dialog khas Sunda yang sarat pesan moral.
Materi pertunjukan mengangkat pentingnya budaya dan nilai-nilai Islam yang saling menguatkan dan melengkapi dalam kehidupan masyarakat.
