JABAR EKSPRES – Situasi di wilayah udara Irak kembali memanas setelah Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia Iran melaporkan jatuhnya sebuah pesawat pengisian bahan bakar milik militer Amerika Serikat pada Jumat, 13 Maret 2026.
Pihak Iran menyebutkan bahwa insiden tersebut merupakan hasil dari operasi yang dilancarkan oleh pasukan Perlawanan Irak.
Menurut keterangan resmi dari juru bicara militer Iran, pesawat tersebut berhasil dilumpuhkan saat melintas di wilayah Irak bagian barat.
Baca Juga:Ketegangan Memuncak! Iran Tutup Selat Hormuz bagi Kapal AS dan SekutunyaPersiapkan Diri! Prediksi Seleksi CPNS 2026 Segera Dibuka: Cek Jadwal, Formasi, dan Tahapannya
“Salah satu pesawat pengisian bahan bakar AS telah dihantam oleh sistem pertahanan udara Perlawanan Irak di Irak barat dan jatuh,” ungkap Juru Bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia dilansir dari Tasnim.
Ia juga menambahkan informasi mengenai nasib para awak pesawat tersebut, bahwa seluruh personel di dalamnya tewas.
Di sisi lain, Komando Pusat Amerika Serikat telah merilis pernyataan resmi yang mengonfirmasi hilangnya pesawat jenis KC-135 milik mereka.
Namun, terdapat perbedaan kronologi yang signifikan antara versi Teheran dan Washington.
Pihak AS menjelaskan bahwa insiden itu terjadi ketika unit mereka sedang menjalankan misi militer.
“Insiden tersebut terjadi di wilayah udara sekutu selama Operasi Epic Fury, dan upaya penyelamatan sedang berlangsung.”
Berdasarkan laporan versi AS, ada dua pesawat yang terlibat dalam kejadian tersebut. Meskipun satu pesawat jatuh di wilayah barat Irak, pesawat kedua dilaporkan berhasil melakukan pendaratan dengan selamat.
Baca Juga:Netanyahu Dikabarkan Menghilang, Media Iran Ungkap Spekulasi Tewasnya PM IsraelEstimasi Kerugian Militer AS Capai Rp31 Triliun dalam 4 Hari Konflik dengan Iran
Meski pihak Iran mengklaim adanya keterlibatan sistem pertahanan udara pasukan perlawanan, militer Amerika Serikat membantah keras tuduhan tersebut.
Washington menegaskan bahwa jatuhnya pesawat tanker tersebut bukan disebabkan oleh serangan lawan maupun insiden salah tembak dari pihak sekutu.
Saat ini, operasi penyelamatan masih terus diupayakan di lokasi jatuhnya pesawat guna menindaklanjuti status personel dan mengamankan puing-puing armada udara tersebut.*
