Bangun Fasilitas Perikanan, Kemenkop Gandeng Perusahaan China 

Bangun Fasilitas Perikanan, Kemenkop Gandeng Perusahaan China 
Menteri Koperasi Ferry Juliantono (kanan) berjabat tangan dengan Ketua China-Shanghai Cooperation Organization Economic and Trade Exchange Center (SCO-ETEC) Yang Zijun (kiri). (Foto: ANTARA)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Indonesia mulai mendorong transformasi sektor perikanan melalui pengembangan industri berbasis koperasi di wilayah pesisir. Upaya ini diwujudkan lewat kerja sama antara Kementerian Koperasi dengan lembaga ekonomi China yang berpotensi memperkuat ekosistem perikanan nasional.

Kementerian Koperasi menandatangani enam nota kesepahaman (MoU) dengan China–Shanghai Cooperation Organization Economic and Trade Exchange Center (SCO-ETEC) serta sejumlah perusahaan asal China.

Kerja sama tersebut difokuskan pada pembangunan berbagai fasilitas penunjang industri perikanan yang akan dikelola koperasi desa dan kelurahan.

Baca Juga:Prabowo Pasang Target Ambisius, Danantara Diharapkan Setor Rp800 Triliun ke Negara Tiap TahunKemenkeu Catat Penerimaan Bea Cukai Melemah hingga Rp44,9 Triliun di Awal 2026

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan ekonomi antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden China Xi Jinping tahun lalu.

“Kesepakatan yang kami lakukan adalah khususnya dalam rangka pengembangan potensi sektor perikanan dan kelautan, di dalamnya termasuk pembangunan industri pendukung bagi sektor kelautan dan perikanan,” kata Ferry dikutip dari ANTARA, Juamt (13/3/2026).

MoU yang ditandatangani tersebut meliputi pembangunan beberapa fasilitas seperti pabrik es, cold storage, galangan kapal, hingga pembangkit listrik tenaga surya skala mini terutama yang akan dikelola oleh koperasi desa/kelurahan (kopdes) merah putih.

Menkop menegaskan Indonesia memiliki potensi kelautan dan perikanan yang besar, tetapi masih menghadapi kemiskinan eksrem di wilayah pesisir.

“Dengan penandatanganan ini kita harapkan bisa meningkatkan potensi kapasitas perikanan dan sekaligus mengurangi bahkan menghilangkan kemiskinan di desa pesisir terutama para nelayan di Indonesia,” katanya.

Selain itu, Ferry juga berharap agar kerja sama ini dapat menjadi model pengembangan kawasan perikanan berbasis koperasi yang modern dan terintegrasi.

Dengan hadirnya dukungan dari berbagai pihak termasuk dari SCO-ETEC, kopdes merah putih diharapkan bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan pesisir.

Baca Juga:Menteri UMKM Soroti Pasar Domestik Masih “Kotor”, Produk Impor Murah Hambat Pertumbuhan UMKMMudik Lebaran 2026 Buka Peluang Ekonomi, Omzet UMKM Berpotensi Naik hingga 4 Kali Lipat

Sementara itu, Ketua SCO-ETEC Yang Ziyun menyatakan pihaknya siap mendukung penguatan ekosistem industry perikanan Indonesia.

Ia juga mengapresiasi program koperasi desa/kelurahan merah putih yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

“Kebijakan yang sangat merakyat ini membuat kami penuh dengan kepercayaan terhadap masa depan Indonesia,” ujarnya.

0 Komentar