Mudik Lebaran 2026 Buka Peluang Ekonomi, Omzet UMKM Berpotensi Naik hingga 4 Kali Lipat

Mudik Lebaran 2026, Kendaraan Pribadi dan Tol Trans Jawa Masih Jadi Favorit Warga Jabar
Ilustrasi Momentum arus mudik Lebaran tahun lalu, sebagian besar kendaraan pribadi mendominasi jalur tol. Foto: Dimas Jabar Ekspres.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Momentum mudik pada Lebaran 2026 diperkirakan menjadi pendorong kuat bagi pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pemerintah memproyeksikan omzet pelaku UMKM bisa meningkat hingga empat kali lipat dibandingkan hari biasa selama periode libur Idul Fitri.

Deputi Bidang Usaha Kecil dari Kementerian UMKM Temmy Satya Permana mengatakan rata-rata omzet harian UMKM yang biasanya sekitar Rp1 juat diperkirakan melonjak hingga Rp4 juta saat lebaran.

Baca Juga:Mendagri Pastikan Stok Kebutuhan Pokok Aman, Warga Diminta Tidak Panic Buying Jelang LebaranESDM Tahan Produksi Batu Bara Meski Harga Global Naik Akibat Konflik Timur Tengah

Menurutnya, naiknya omzet ini sangat dipengaruhi oleh tingginya mobilitas masyarakat saat mudik, yang menghadirkan jutaan konsumen potensial di berbagai titik perjalanan.

“Dengan data yang sedemikian besar dari calon konsumen dan pendatang, wajib manfaatkan oleh UMKM terutama yang ada di infrastruktur public, tempat pariwisata, maupun pusat perbelanjaan di kota tujuan besar,” ujarnya.

Berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), ia mengatakan jumlah pemudik tahun 2026 diproyeksikan sedikit menurun dibandingkan tahun 2025, dari 143 juta menjadi 144 juta orang, dengan estimasi perputaran uang mencapai Rp175-190 triliun.

Bahkan, ia mengungkapkan, Bank Indonesia menyiapkan uang tunai sebesar Rp185 triliun untuk penukaran uang Lebaran.

Kemenhub memprediksi sebanyak 76,2 juta orang akan mudik menggunakan mobil pribadi dan singgah di rest area.

Sementara itu, 23,2 juta orang diperkirakan menggunakan angkutan umum 6,4 juta melalui Pelabuhan, 4,98 juta lewat bandara, dan 2,12 juta melalui stasiun.

Dari total pemudik, sekitar 68,9 persen perjalanan diproyeksikan terjadi di Pulau Jawa dengan volume mencapai 199 juta pergerakan.

Baca Juga:Program 3 Juta Rumah Dinilai Bisa Dongkrak Ekonomi NasionalKopi Good Day DBL Camp 2026 Digelar di Jakarta, 260 Student Athlete Berebut Tiket ke Amerika Serikat

Adapun Kementerian UMKM memperkirakan sektor unggulan UMKM selama Idulfitri adalah fesyen serta makanan dan minuman yang diperkirakan menjadi primadona konsumsi masyarakat.

0 Komentar