Ancaman Krisis Minyak, Prabowo Perintahkan Transisi ke EBT Dipercepat

Ancaman Krisis Minyak, Prabowo Perintahkan Transisi ke EBT Dipercepat
Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Kantor Staf Kepresidenan)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan transformasi sektor energi nasional dengan mengutamakan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT), khususnya tenaga surya. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat kemandirian energi Indonesia sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Instruksi tersebut disampaikan kepada jajaran pemerintah yang tergabung dalam Satuan Tugas Energi Baru Terbarukan dan Konversi Energi (Satgas EBTKE). Satgas ini dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

“Itu salah satu yang juga kita bicarakan (saat rapat bersama Presiden) bahwa harus ada alternatif-alternatif apa yang akan dipakai ketika selat Hormuz kondisinya masih seperti ini,” kata Bahlil dikutip dari ANTARA, Jumat (13/3/2026).

Baca Juga:Bangun Fasilitas Perikanan, Kemenkop Gandeng Perusahaan China Prabowo Pasang Target Ambisius, Danantara Diharapkan Setor Rp800 Triliun ke Negara Tiap Tahun

Menteri ESDM ini menjelaskan, pihaknya melaporkan hasil rapat satgas, yang diikuti oleh delapan menteri, jajaran pimpinan Kementerian ESDM, dan petinggi PT PLN.

Ia menyebut Satgas dapat langsung mengeksekusi rencana-rencana kerjanya terkait transisi energi, termasuk menghentikan beberapa pembangkit listrik yang masih menggunakan bahan bakar fosil, seperti pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD), dan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang masih menggunakan bakar solar.

Bahlil menyebut satgas dapat langsung bekerja saat Hari Raya Idulfitri yang jatuh minggu depan.

“Dalam kondisi geopolitik perang ini, tidak bisa kita memastikan bahwa energi kita ini akan seperti apa dalam konteks jangka panjang. Oleh karena itu, kita mengoptimalkan seluruh potensi kita yang ada dalam negeri, energi-energo yang bisa kita konversi dari fosil untuk kita bisa lakukan (transisi) seperti ini,” ujar Bahlil.

Menurut Bahlil, pemerintah menunggu infrastruktur pembangkit listrik pengganti, yaitu yang bersumber dari energi baru dan terbarukan itu rampung dibangun lebih dulu, baru akan menyetop operasional pembangkit listrik yang bersumber dari bahan bakar fosil.

“Bangun dulu dong, kalau di setop belum dibangun kan penggantinya tidak ada. Jadi, parallel, begitu dibangun, begitu sudah langsung COD, PLTDnya dimatikan,” kata Bahlil.

COD atau tanggal operasi komersial merupakan tahapan yang menandai berakhirnya pengjuan teknis, dan diawalinya operasional pembangkit listrik untuk menyalurkan listrik ke jaringan listrik PLN.

0 Komentar