Wamenkes Tekankan Percepatan Penanggulangan TBC, Wabup Bandung Ajak Warga Deteksi Dini

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) dr. Benjamin Paulus Octavianus bersama Wamendagri Akhmad Wiyagus
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) dr. Benjamin Paulus Octavianus bersama Wamendagri Akhmad Wiyagus dan Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb saat kunjungan kerja bersama Wakil Menteri Dalam Negeri dalam agenda Penguatan Komitmen dan Aksi Nyata Penanggulangan Tuberkulosis, di Puskesmas Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (10/3/2026). Foto/Diskominfo
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) dr. Benjamin Paulus Octavianus menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat penanggulangan penyakit Tuberkulosis (TBC) yang ditargetkan bisa dieliminasi pada 2030.

Hal tersebut disampaikannya saat kunjungan kerja bersama Wakil Menteri Dalam Negeri dalam agenda Penguatan Komitmen dan Aksi Nyata Penanggulangan Tuberkulosis, di Gedung Moch Toha, Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (10/3/2026).

Benjamin menyebutkan, pemerintah terus mendorong pemeriksaan dan pengobatan bagi masyarakat yang terjangkit TBC agar rantai penularan dapat segera diputus.

Baca Juga:BSI Berbagi: 5.000 Anak Yatim Terima Santunan Serentak di Seluruh IndonesiaTransaksi ZISWAF BSI Naik 14 Persen Selama Ramadan    

“Masyarakat yang terjangkit TBC harus terus diperiksa dan dicek kesehatannya. Kalau positif TBC, akan terus diobati sampai sembuh 100 persen, karena TBC ini bisa disembuhkan asalkan meminum obat secara teratur dan gratis di puskesmas,” ujarnya.

Ia menegaskan, pengobatan yang disiplin menjadi kunci utama keberhasilan penanganan TBC di Indonesia.

Sementara itu, Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap penyakit menular tersebut dan meningkatkan kesadaran untuk melakukan deteksi dini.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang tidak menyadari telah mengalami gejala TBC karena menganggap batuk yang dialami hanya batuk biasa.

“Masyarakat banyak yang tidak sadar kalau dirinya sudah memiliki gejala TBC. Kalau pun batuk, sering dianggap hanya batuk biasa atau batuk berdahak saja. Ini yang menjadi masalah,” ungkap Ali.

Ia meminta masyarakat segera memeriksakan diri ke puskesmas, rumah sakit daerah, atau dokter terdekat apabila mengalami batuk yang tidak kunjung sembuh dalam waktu satu hingga dua minggu.

Ali juga menegaskan masyarakat tidak perlu takut untuk memeriksakan diri karena penyakit TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tersedia.

Baca Juga:Silaturahmi Akbar PKB, Kang Cucun Serahkan Kendaraan Ambulans untuk 31 KecamatanHj Renie Rahayu Fauzi Hadiri Reses Wakil Ketua DPR RI H Cucun A Syamsurijal Dari Fraksi PKB

“Tidak perlu takut untuk mengecek. TBC ini sudah ada obatnya dan pencegahannya. Daripada dibiarkan, kasihan orang-orang di sekitar kita, terutama keluarga dan anak balita,” katanya.

Ali mengungkapkan, tren temuan kasus TBC di Kabupaten Bandung dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan.

Pada 2023 tercatat sebanyak 12.618 kasus, kemudian meningkat menjadi 14.074 kasus pada 2024, dan kembali naik pada 2025 dengan temuan 15.450 kasus.

Menurutnya, data tersebut menjadi sinyal bahwa upaya penanggulangan TBC harus terus diperkuat melalui langkah-langkah yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

0 Komentar