JABAR EKSPRES – 50 Persen dari total penduduk Jawa Barat (Jabar), diperkirakan akan melakukan mobilitas saat momen arus mudik 2026 nanti.
Bahkan berdasarkan hasil survei internal yang dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat, sebagian besar warga, semala arus mudik Lebaran, diprediksi akan melakukan pergerakannya dengan menggunakan kendaraan pribadi.
Menurut Kepala Dishub Jabar Dhani Gumelar, kendaraan pribadi roda empat atau mobil memiliki jumlah yang cukup besar. Di mana sekitar 16,75 juta orang, diperkirakan akan menggunakan kendaraan pribadi tersebut saat arus mudik 2026.
Baca Juga:Kontrol Arus Mudik di Bandung Barat, 129 Kamera ATCS DisiagakanArus Mudik Lebaran 2026 di Jabar Diprediksi Naik Signifikan!
“Sementara untuk kendaraan roda dua atau sepeda motor sekitar 3,91 juta orang, transportasi umum seperti kereta api sekitar 3,43 juta orang, bus 0,78 juta, mobil rental 0,48 juta, travel 0,25 juta, pesawat terbang 0,06 juta, dan kapal laut atau perahu sebanyak 0,01 juta,” ujarnya belum lama ini.
Sedangkan untuk jalur, Dhani menyebut Tol Trans Jawa mulai dari Jakarta-Cikampek (Japek), Cikopo-Palimanan (Cipali), hingga Palimanan-Kanci (Palikanci), tetap akan menjadi favorit utama bagi masyarakat saat momentum arus mudik 2026 nantinya berlangsung.
Diprediksi akan ada 14,18 juta masyarakat yang akan menggunakan jalur Trans Jawa tersebut. Sementara sisanya seperti Tol Cikampek – Cipularang – Padaleunyi sebanyak 1,96 juta, Tol Cisumdawu 0,90 juta, dan Tol Bocimi sekitar 0,09 juta.
“Untuk mengantisipasi kepadatan, Tol Japek 2 akan dibuka secara fungsional. Karena belum selesai, jadi seperti pemasangan rambu, uji juga belum dilaksanakan. Tapi untuk memperlancar kegiatan mudik, sehingga akan diberlakukan secara fungsional,” imbuhnya.
Sebelumnya, Dhani menyebut 25,6 juta orang atau setengah dari total penduduk Jawa Barat diprediksi akan bergerak saat libur Lebaran atau arus mudik tahun ini.
Dimana untuk pergerakan masyarakat terbesar, Dhani mengatakan berdasarkan hasil surveinya yakni diprediksi akan terjadi dari wilayah Kabupaten Bogor, Bekasi, dan Kota Bandung.
“Untuk terbesar dalam pergerakan masyarakat pada tahun ini, diprediksi menuju wilayah Garut dan sekitarnya, kemudian Kabupaten Bandung atau Bandung Raya dan sekitarnya, terus Kabupaten Tasik,” pungkasnya. (San)
