JABAR EKSPRES – Para siswa tunanetra itu menggerakkan jemari perlahan di atas lembaran kertas tebal. Titik timbul yang tersusun rapi mereka raba teliti, mengeja huruf Al-Qur’an braille di Masjid Ibnu Ummi Maktum, Yayasan Wyataguna, Kota Bandung, belum lama ini.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Pesantren Ekologi yang diikuti siswa penyandang disabilitas netra dari SLB Negeri A Pajajaran Kota Bandung. Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan literasi keagamaan sekaligus menumbuhkan kemandirian siswa berkebutuhan khusus.
Setiap hari, para siswa mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan yang dimulai sejak pagi. Selain membaca Al-Qur’an braille, mereka juga mengikuti pembiasaan ibadah dan kajian keagamaan.
Baca Juga:Ride of Happiness Ajak 100 Anak Yatim Berbagi Kebahagiaan RamadanRibuan Umat Islam Ikuti World Quran Hour di Pusdai Bandung
“Pembelajarannya dimulai dari salat duha, lalu ada hafalan Al-Qur’an. Setelah itu ada materi kajian tentang tadabbur alam,” kata guru SLBN A Pajajaran Kota Bandung, Muhammad Rizki Ramdani, belum lama ini.
Menurut Rizki, tahun ini kegiatan pesantren mengangkat tema ekologi. Para siswa diajak memahami hubungan antara ajaran agama dan kepedulian terhadap lingkungan.
Setelah sesi kajian, kegiatan dilanjutkan dengan pembelajaran membaca dan menulis Al-Qur’an braille. Namun pada sesi yang berlangsung hari itu, para siswa lebih banyak berlatih membaca.
Program pesantren tersebut diikuti siswa dari berbagai jenjang pendidikan di sekolah tersebut, mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas.
“Yang belajar dari tingkat TK sampai SMA di SLB Negeri A Pajajaran Kota Bandung. Gabungan semua,” ujar Rizki.
Pesantren Ekologi itu berlangsung selama tiga pekan, mulai 24 Februari hingga 13 Maret 2026, dengan kegiatan yang digelar setiap Senin hingga Jumat.
Dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an braille, para siswa juga diajarkan cara menavigasi halaman dan surat secara cepat. Sistem tersebut membantu mereka menemukan bagian tertentu dalam kitab suci.
Baca Juga:Lewat Eksepsi, Kuasa Hukum Resbob Nilai Dakwaan JPU Cacat FormilBULOG Bandung Percepat Serapan Gabah Petani di Sumedang
“Di Al-Qur’an braille ada penomoran halaman dan surat. Itu jadi trik cepat untuk menjelajah dari satu surat ke surat lain,” kata Rizki.
Selain itu, terdapat tanda-tanda khusus pada halaman Al-Qur’an braille yang memudahkan proses membaca. “Ada garis melingkar dan tanda khusus yang sudah baku. Itu bisa membantu siswa membaca Al-Qur’an dengan lebih cepat,” ujarnya.
