Belajar Membaca Al-Qur’an Braille dalam Pesantren Ekologi di Yayasan Wyataguna

Belajar Membaca Al-Qur’an Braille dalam Pesantren Ekologi di Yayasan Wyataguna
Belajar Membaca Al-Qur’an Braille dalam Pesantren Ekologi di Yayasan Wyataguna
0 Komentar

Rizki mengatakan, tidak semua siswa di sekolah tersebut beragama Islam. Sebagian kecil berasal dari latar belakang agama lain, meskipun jumlahnya kurang dari seratus siswa.

Menurut dia, momentum Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk membiasakan siswa membaca Al-Qur’an secara rutin.

“Ramadan adalah bulan penuh keberkahan. Ketika kita membaca Al-Qur’an, satu huruf dilipatgandakan pahalanya,” kata Rizki.

Baca Juga:Ride of Happiness Ajak 100 Anak Yatim Berbagi Kebahagiaan RamadanRibuan Umat Islam Ikuti World Quran Hour di Pusdai Bandung

Dia berharap, kebiasaan membaca Al-Qur’an braille dapat meningkatkan kemampuan meraba huruf-huruf braille sekaligus membantu siswa memahami makna ayat yang mereka baca.

“Dengan membiasakan membaca Al-Qur’an, semoga mereka lebih terlatih meraba huruf braille dan bisa mentadaburi ayat-ayat Al-Qur’an,” ujarnya.

0 Komentar