“Kami tidak ingin berpolemik, tetapi program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) jangan sampai mengorbankan kebutuhan pendidikan yang lebih krusial. Pendidikan adalah fondasi utama,” tegasnya.
Junico juga menyoroti bahaya hoaks dan kesulitan memilah informasi di media sosial, di mana hampir seluruh sumber informasi generasi muda berasal dari platform digital. Dia mengungkapkan keprihatinan atas maraknya informasi palsu yang menimbulkan keraguan bahkan pada berita duka cita.
“Di masa lalu, informasi dari televisi atau radio hampir selalu sahih. Kini, di media sosial, benar dan salah sulit dibedakan. Taruna Merah Putih akan lebih aktif menggelar pelatihan literasi digital yang tidak hanya sosialisasi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi, seperti pelatihan konten kreator agar peserta bisa berdikari, berjualan melalui media sosial, atau mengembangkan aplikasi,” pungkas Junico. (tur)
