Tak hanya itu, setiap baut dan sambungan pada konstruksi gantung akan diperiksa dan dikencangkan untuk memastikan kekokohan struktur. Sebagai sentuhan akhir, jembatan akan dicat ulang untuk melindungi material dari karat sekaligus mempercantik pemandangan.
“Kami menargetkan seluruh rangkaian pekerjaan ini rampung dalam kurun waktu satu hingga dua minggu. Kami bekerja cepat karena menyadari betapa esensialnya jembatan ini bagi masyarakat,” ungkap Agus Saripudin.
Kecepatan pengerjaan menjadi kata kunci. Pemerintah daerah dan aparat kepolisian bertekad meminimalkan dampak gangguan mobilitas, terlebih waktu pengerjaan berdekatan dengan bulan suci Ramadan dan perayaan Idul Fitri.
Baca Juga:Setahun Bullion Bank, BSI Perkuat Ekosistem Emas Nasional dengan Kelolaan Capai 22,5 TonStok BBM-LPG hingga Pangan Jelang Lebaran Diklaim Terjaga, Benarkah?
“Arus mudik dan aktivitas sosial ekonomi antarwarga dua provinsi biasanya meningkat drastis. Jembatan yang kokoh dan nyaman akan sangat membantu kelancaran interaksi,” katany. (CEP)
