Distribusi MBG Dihentikan Usai Keracunan Massal, KBM di SMPN 6 Cimahi Tetap Berjalan

KBM di SMPN 6 Cimahi Tetap Berjalan, Meski MBG Dihentikan Usai Keracunan Massal
Ilustrasi: Pelajar SMP mengikuti proses pembelajaran di ruang kelas. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi menghentikan sementara distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul insiden keracunan massal yang menimpa puluhan siswa dari tingkat TK hingga SMP, termasuk peserta posyandu, pada Rabu (25/2/2026).

Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi, sembari menunggu hasil evaluasi dan uji laboratorium terhadap menu MBG yang diduga menjadi pemicu peristiwa keracunan tersebut.

Pemkot Cimahi saat ini tengah melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk pemeriksaan laboratorium terhadap makanan yang dikonsumsi para korban. Uji tersebut dilakukan untuk memastikan penyebab pasti keracunan massal yang terjadi usai menu MBG didistribusikan.

Baca Juga:Dugaan Keracunan Menu MBG Onigiri di SMPN 6 Cimahi , Ahli Gizi Klaim Aman Dikonsumsi Orang Tua Siswa SMPN 6 Cimahi Minta Distribusi SPPG Dialihkan Pasca Kejadian Dugaan Keracunan MBG 

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana memastikan seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur. Pemerintah melalui perangkat daerah terkait juga terus melakukan pemantauan lanjutan terhadap penerima MBG yang mengalami gejala keracunan.

“Mudah-mudahan semua tertangani dengan baik, yang dirawat tetap dirawat, observasi tetap dilakukan. Itu perkembangan saat ini,” ujarnya belum lama ini.

Sebagai langkah mitigasi, Pemkot Cimahi memutuskan untuk menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangmekar 002 yang menjadi distributor MBG pada hari kejadian.

“Sementara dihentikan, tidak operasional, diberhentikan dulu tidak boleh operasional,” tegas Ngatiyana.

Meski demikian, proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah-sekolah tetap berjalan normal. Hal tersebut juga diterapkan di SMPN 6 Cimahi, meski sebagian siswa dan tenaga pendidik masih menjalani perawatan di rumah sakit, klinik, maupun rawat mandiri di rumah.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 6 Cimahi, Alip Winarta menjelaskan bahwa pihak sekolah memprioritaskan pemulihan kesehatan siswa yang terdampak, tanpa membebani dengan urusan akademik maupun biaya.

Ia menegaskan, bagi siswa yang masih menjalani perawatan atau pemulihan, sekolah memberikan kelonggaran penuh agar fokus pada kesehatan terlebih dahulu.

Baca Juga:Siswa SMPN 6 Cimai Diduga Keracunan MBG Menu Onigiri, Begini Respons Orang Tua Siswa Puluhan Siswa di Cimahi Diduga Keracunan MBG , Status KLB Tunggu Hasil Uji Laboratorium

“Jadi untuk anak seperti itu diberikan privilege, karena selain juga merasakan ketidaknyamanan fisik, mereka juga psikologis juga. Mungkin karena gitu, kita tetap berikan penguatan,” kata Alip saat diwawancarai Jabar Ekspres di sekolah, Senin (2/3).

Ia menambahkan, pihak sekolah juga aktif memberikan pendampingan dan dukungan kepada orang tua siswa, termasuk saat menjenguk korban di sejumlah fasilitas kesehatan seperti RSUD Cibabat, Mitra Kasih, serta klinik-klinik lainnya.

0 Komentar