JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai memanaskan mesin persiapan jelang libur Idulfitri 1447 Hijriah. Bukan tanpa alasan. Sekitar 700 ribu wisatawan diprediksi bakal memadati Kota Kembang untuk menghabiskan momen Lebaran bersama keluarga maupun sekadar berlibur menikmati suasana sejuk khas Priangan.
Lonjakan kunjungan ini membuat Bandung kembali masuk dalam radar destinasi favorit nasional. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa pemerintah pusat telah memberi perhatian khusus terhadap kesiapan kota ini menghadapi arus wisatawan yang diperkirakan meningkat tajam.
Menurut Farhan, arahan dari pemerintah pusat menempatkan Bandung sebagai salah satu titik dengan tingkat kunjungan tertinggi selama periode Lebaran. Artinya, kesiapan pengamanan, kelancaran lalu lintas, serta kenyamanan pengunjung menjadi prioritas utama.
Baca Juga:BULOG Bandung Percepat Serapan Gabah Petani di SumedangKehangatan Bernuansa Heritage dalam Momen Berbuka Puasa “A Wishful Ramadan” ala de Braga by ARTOTEL
“Kota Bandung disebut sebagai salah satu tujuan wisata dengan tingkat kunjungan sangat tinggi saat Lebaran. Karena itu, kami harus memastikan semuanya berjalan aman dan nyaman,” ujarnya, Senin (2/3).
Bandung tak hanya menjadi destinasi akhir, tetapi juga simpul transit bagi wisatawan yang hendak menuju kawasan wisata di sekitarnya. Sejumlah titik favorit seperti Ciwidey dan Lembang dipastikan tetap menjadi magnet utama. Namun untuk mencapai dua kawasan tersebut, arus kendaraan hampir pasti melintasi pusat Kota Bandung.
Kondisi ini membuat tantangan pengelolaan lalu lintas menjadi semakin kompleks. Pusat kota, terutama kawasan belanja dan kuliner, berpotensi mengalami kepadatan berlipat ganda, terlebih saat puncak arus mudik dan arus balik.
Farhan menegaskan, Pemkot Bandung akan siaga penuh. Koordinasi lintas sektor telah dilakukan, termasuk dengan jajaran kepolisian. Ia mengaku telah berkomunikasi intensif dengan Pelaksana Tugas Kapolrestabes guna memetakan titik-titik rawan kemacetan maupun potensi gangguan keamanan.
“Kami akan mengidentifikasi sejumlah titik krusial yang perlu perhatian khusus. Bandung ini bukan hanya kota tujuan, tetapi juga kota lintasan. Jadi pendekatannya harus komprehensif,” katanya.
Selain lalu lintas, aspek keamanan dan ketertiban umum juga menjadi perhatian. Dengan proyeksi ratusan ribu wisatawan, kepadatan di pusat perbelanjaan, destinasi wisata, hingga ruang publik dipastikan meningkat signifikan.
Pemkot menyiapkan skema pengamanan terpadu yang melibatkan aparat kepolisian, dinas perhubungan, hingga satuan tugas ketertiban. Pengawasan di area publik akan diperketat, sementara rekayasa lalu lintas disiapkan secara situasional menyesuaikan kondisi di lapangan.
