Tak kalah penting, Farhan menekankan pentingnya pelayanan publik yang responsif selama masa libur panjang. Ia ingin memastikan wisatawan membawa pulang kesan positif tentang Bandung, bukan cerita tentang kemacetan panjang atau ketidaknyamanan.
Di balik tantangan, lonjakan wisatawan juga menjadi berkah ekonomi. Sektor perhotelan, kuliner, pusat perbelanjaan, hingga pelaku UMKM diproyeksikan meraup peningkatan omzet signifikan selama periode Lebaran.
Bandung, yang selama ini dikenal sebagai destinasi wisata belanja dan kuliner, kembali bersiap menunjukkan daya tariknya. Udara sejuk Lembang, panorama alam Ciwidey, hingga denyut kreatif pusat kota menjadi kombinasi yang sulit ditolak wisatawan domestik.
Baca Juga:BULOG Bandung Percepat Serapan Gabah Petani di SumedangKehangatan Bernuansa Heritage dalam Momen Berbuka Puasa “A Wishful Ramadan” ala de Braga by ARTOTEL
Dengan prediksi 700 ribu pengunjung, Lebaran 1447 H bukan sekadar momen silaturahmi, tetapi juga ujian kesiapan kota dalam mengelola arus manusia dalam jumlah besar. Pemkot Bandung pun memastikan, segala langkah antisipasi telah disusun agar Kota Kembang tetap ramah, tertib, dan nyaman sepanjang musim liburan. (Dam)
