JABAR EKSPRES – Pengembangan Kawasan Rebana di Jawa Barat masih bergeliat. Terbaru, bakal dibangun kawasan industri halal.
Hal itu diungkapkan Kepala Pelaksana Badan Pengelola (BP) Rebana Helmy Yahya beberapa waktu lalu. Ia menguraikan, pihaknya saat ini juga masih terus gencar mempromosikan kawasan yang menaungi tujuh wilayah itu.
Tujuannya untuk memikat investor agar mau berinvestasi ke kawasan tersebut. “Sosialisasi terus dilakukan, beberapa juga berminat, kami tengah seleksi,” jelasnya.
Baca Juga:Isu Produk Impor AS Bebas Sertifikasi Halal Bikin Gaduh, Ini Respons Kementerian PerindustrianBPJPH Optimis Industri Halal Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi
Helmy mecontohkan, beberapa waktu sebelumnya juga datang perwakilan investor dari Zhejiang Tiongkok. “Kami ajak ke Patimban (Pelabuhan.red), mereka ingin ada pertemuan lanjutan,” terangnya.
Helmy menegaskan, selain dari Tiongkok atau Cina, investor juga datang dari beberapa negara lain. Misalnya dari Uni Emirat Arab, Jepang hingga Belanda. Termasuk lokal Indonesia.
“Yang paling dekat itu ada PP Muhammadiyah dan MUI. Mereka ingin membangun kawasan industri halal,” cetusnya.
Masih kata Helmy, industri halal itu bakal dibangun di Rebana. Tapi lokasinya masih belum dipastikan. “Masih di cari ya, mungkin Majalengka. Karena kami juga mau minta bantu untuk bangun asrama haji agar lebih mudah,” sambungnya.
Helmy melanjutkan, beberapa infrastruktur di kawasan itu juga terus dioptimalkan. Dengan harapan makin meningkatkan minat investor untuk berinvestasi.
Misalnya saja Pelabuhan Patimban di Subang. Potensinya besar, itu bisa jadi pelabuhan terbesar di Indonesia. “Terutama untuk arus mobil listrik. Karena setidaknya ada dua industri mobil listrik besar di kawasan itu. Seperti BYD atau VinFast,” katanya.
Menurut Helmy, produksi mobil listrik itu tidak hanya untuk pasar Indonesia tapi juga pasar global. “Terutama negar dengan konsep stir kanan,” cetusnya.(Son)
