JABAR EKSPRES – Harga beras di Kota Cimahi terpantau masih stabil tanpa kenaikan signifikan di bulan Ramadan 2026 ini. Meski demikian, Dinas Perdagangan, Koperasi, UMKM, dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi tetap menyalurkan bantuan pangan berupa paket beras dan minyak goreng dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) melalui Program Sibesti.
Program Sibesti atau Siapkan Beras untuk Masyarakat Cimahi merupakan kegiatan rutin pemerintah daerah yang bertujuan membantu distribusi kebutuhan pokok bagi warga yang berhak menerima bantuan, khususnya masyarakat kurang mampu.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana menegaskan bahwa program tersebut memang tidak ditujukan untuk seluruh lapisan masyarakat, melainkan difokuskan bagi warga yang membutuhkan.
Baca Juga:Beras Murah Sibesti Diserbu Warga, 375 bag Ludes SekejapEfisiensi Bukan Alasan, Disdagkoperin Cimahi Jaga Sibesti Tetap Berjalan
“Program Sibesti ini, dikhususkan bagi masyarakat kurang mampu, sehingga dapat membantu mengurangi beban mereka.” ujar Ngatiyana saat wawancara di Kelurahan Utama, Cimahi Selatan, Jumat (27/2/2026).
Ngatiyana memastikan penyaluran bantuan melalui Program Sibesti dilakukan secara tepat sasaran. Ia berharap program ini dapat terus berlanjut sebagai bentuk komitmen nyata Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi dalam membantu meningkatkan perekonomian masyarakat.
Ia juga menyebutkan bahwa harga beras di pasaran masih relatif stabil. Harga beras premium berada di kisaran Rp14.000 sekian dan tidak mencapai Rp15.000 per kilogram.
“Ubtuk saat ini, Sibesti hanya menyediakan minyak dengan beras saja, semoga ke depan ada tambahan bahan pokok lainnya.” katanya.
Sementara itu, Kepala Disdagkoperin Kota Cimahi, Hella Haeran menjelaskan bahwa Program Sibesti dilaksanakan secara rutin di seluruh kelurahan di Kota Cimahi.
“Jumlah beras yang disalurkan bergantung dari permintaan masyarkat disetiapnkelurahan, bulog menyediakan. Dan yang menentukan pun dari pihak wilayah, siapa yang berhak untuk mendapatkan Sibesti ini.” tegasnya.
Pada bulan ini, bantuan yang disalurkan berupa beras dan minyak goreng, masing-masing seberat 5 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng, dengan harga jual Rp86.400 per paket atau masih di bawah HET. Pasokan beras sendiri disediakan oleh Bulog.
Baca Juga:Atasi Lonjakan Harga, Program Sibesti Diklaim Jamin Pasokan dan Keterjangkauan BerasLewat Program SiBesti, Cimahi Gulirkan Beras Murah Tekan Harga Pangan
“Untuk bulan depan kita juga belum tahu bulan depan, mudah-mudahan ada tambahan dengan terigu kah atau apa, tergantung daripada stok yang ada di bulog, apakah ada beras saja, tapi kalau beras masih rutin. Untuk jumlah penerima manfaat sekitar 8.000 untuk 15 kelurahan,” pungkasnya. (Mong)
