KDKMP Leuwigajah Siap Tampung Produk Singkong Cireundeu, Operasional Masih Menunggu Pusat

KDKMP Leuwigajah Siap Tampung Produk Singkong Cireundeu, Operasional Masih Menunggu Pusat
Produk Olahan Singkong Cirendeu yang Akan di Tampung di KDKMP Leuwigajah Cimahi (Doc. PPID Cimahi)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Leuwigajah di Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, bakal mengakomodasi produk olahan singkong khas Kampung Adat Cireundeu.

Namun, koperasi tersebut belum dapat beroperasi karena masih menunggu arahan pemerintah pusat.

Sekretaris Dinas Perdagangan, Koperasi, UMKM dan Perindustrian Kota Cimahi, Emir Faisal, mengatakan produk lokal akan menjadi bagian dari barang yang dipasarkan melalui koperasi tersebut.

Selain produk unggulan daerah, koperasi juga direncanakan menyediakan barang-barang bersubsidi.

Baca Juga:Tak Sekadar Razia, Operasi Patuh Lodaya di Singaparna Hadirkan Edukasi hingga Cek Kesehatan GratisSekda Jateng Bakal Tindak Tegas ASN Terlibat Judi Online

“Kalau untuk usaha koperasi kita sedang menunggu arahan dari pemerintah pusat. Tapi pasti kalau prodak muatan lokal akan diakomodir, begitu juga barang-barang bersubsidi,” kata Emir, Rabu (28/10/2026).

Hingga saat ini, pembangunan gerai KDKMP di Kota Cimahi masih menghadapi kendala keterbatasan lahan. Dari seluruh rencana pembangunan gerai, baru satu unit yang rampung sepenuhnya.

“Yang sudah selesai gerainya satu. Sisanya memang sampai sekarang untuk 14 kelurahan kami itu kesulitan untuk memenuhi lahan yang 1.000 meter persegi,” ujarnya.

Emir menjelaskan, Pemerintah Kota Cimahi bersama 15 kelurahan sebelumnya telah berupaya mencari dan menyiapkan lahan seluas 1.000 meter persegi untuk pembangunan koperasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Namun, keterbatasan wilayah menjadi salah satu hambatan dalam memenuhi kebutuhan lahan.

Pemkot Cimahi kini menunggu informasi mengenai tahap kedua pembangunan KDKMP yang disebut akan menggunakan prototipe dengan kebutuhan lahan di bawah 1.000 meter persegi.

“Kalau kami sekarang sedang menunggu tahap kedua yang infonya ada prototype yang luasnya dibawah 1.000 meter. Kalau untuk yang 1.000 meter baru itu saja satu karena keterbatasna lahan dan udah dilaporkan terus (ke pemerintah pusat),” ungkap Emir.

Baca Juga:Perkuat Pengawasan Program Nasional, Inspektorat Tasikmalaya Dorong APIP Lebih ProaktifDi Hari Sumpah Pemuda, Taj Yasin Minta Aksi Nyata Pemuda Atasi Persoalan Masyarakat

Adapun gerai KDKMP Leuwigajah yang telah berdiri sudah melalui proses verifikasi dan validasi bersama pihak terkait. Hasil pemeriksaan menyatakan gerai tersebut layak, meski masih disertai sejumlah catatan.

Meski demikian, kesiapan bangunan belum membuat koperasi tersebut bisa langsung beroperasi. Pemkot Cimahi masih menunggu petunjuk lanjutan dari pemerintah pusat, termasuk terkait pelaksanaan kegiatan usaha dan kesiapan sarana prasarana.

“Kita sedang nunggu arahan untuk operasionalnya. Akan bisa dimulai kalau sarana prasarana sudah siap. Semua sudah kita laporkan, verifikasi dan validasi juga sudah, kita menunggu tahap lanjut aja,” ujar Emir.

0 Komentar