Soal Proyek Perombakan Halaman Gedung Sate, Karo Umum Pemprov Jabar Memilih Bungkam

Soal Proyek Perombakan Halaman Gedung Sate, Karo Umum Pemprov Jabar Memilih Bungkam
Gedung Sate di Jalan Diponegoro Kota Bandung. (Son/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kepala Biro Umum Pemprov Jawa Barat Sekarwati memilih enggan berkomentar terkait rencana perombakan halaman Gedung Sate. Hal itu saat dikonfirmasi langsung Rabu (25/2/2026).

Saat itu Sekarwati tengah dalam kegiatan Forum Perangkat Daerah di Aula Repeh Rapih Gedung Sate. Selepas acara, Jabar Ekspres berupaya mengonfirmasi secara langsung, terkait rencana perombakan halaman Gedung Sate.

Namun pihaknya memilih enggan berkomentar. “Untuk itu (rencana perombakan Gedung Sate) ke Diskominfo saja ya, datanya ada,” singkatnya.

Baca Juga:Halaman Gedung Sate Bakal Dirombak, Menyatu dengan GasibuLegislator PKS Ikut Kritik Pembangunan Gapura Gedung Sate

Di sisi lain, wacana penataan depan Gedung Sate itu sudah berulang kali disampaikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Ia ingin halaman Gedung Sate itu bisa terintegrasi dengan Lapangan Gasibu.

Selain untuk kewibawaan, nantinya halaman Gedung Sate juga bisa digunakan untuk berbagai upacara. Tidak seperti sebelumnya, upacara tingkat provinsi digelar di Lapangan Gasibu.

Misalnya sebagaimana dialog Gubernur dengan sejumlah kepala OPD termasuk Kepala Biro Umum, Sekarwati awal Januari 2025 lalu.

“Jadi ibu fokus untuk menata halaman Gedung Sate. Nanti wibawa, Jawa Barat punya alun-alun,” kata Dedi Mulyadi dalam video yang juga dibagikan di akun medsosnya pada 3 Januari lalu.

Dedi Mulyadi melanjutkan, halaman Gedung Sate atau pesanggrahan itu akan terintegrasi dengan Gasibu. Karena saat ini antara Gedung Sate dan Lapangan Gasibu terpisahkan oleh Jalan Diponegoro.

Sementara itu, berdasarkan data LPSE Jawa Barat, proyek itu telah disiapkan. Tercatat ada lelang proyek Jasa Konsultasi Pengawasan Plaza Area depan Gedung Sate – Gasibu dialokasikan sekitar Rp464 juta. (Son)

0 Komentar