Serunya 'War Takjil' di Gading Tutuka Soreang, Ribuan Warga Berebut Menu Buka Puasa

Suasana berbeda terlihat di Jalan Gading Tutuka, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, pada Kamis (26/2/2026)
Suasana berbeda terlihat di Jalan Gading Tutuka, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, pada Kamis (26/2/2026). Selama Ramadan 1447 Hijriah kawasan ini berubah menjadi pusat keramaian warga yang berburu takjil untuk berbuka puasa. Foto Agni Ilman Darmawan/Jabar Ekspres/
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Suasana berbeda terlihat di Jalan Gading Tutuka, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, pada Kamis (26/2/2026).

Selama Ramadan 1447 Hijriah, kawasan yang biasanya menjadi jalur penghubung antarwilayah itu berubah menjadi pusat keramaian warga yang berburu takjil untuk berbuka puasa.

Deretan tenda pedagang berjajar di sepanjang jalan, menawarkan beragam menu mulai dari gorengan, kolak pisang, es buah, hingga jajanan kekinian. Sejak sore hari, warga mulai berdatangan dan memadati area tersebut.

Baca Juga:Ini Pesan H. Cucun Dalam Reses Anggota DPRD Fraksi PKBEmosi Memuncak di GBLA, Andrew Jung Tegaskan Niatnya Redam Situasi Demi Persib

Reyna (21), seorang mahasiswi, mengaku sengaja datang untuk merasakan keseruan berburu takjil yang ramai diperbincangkan di media sosial. Ia menyebut aktivitas ini menjadi pengalaman menyenangkan selama Ramadan.

“Iya seru kayak ikut ‘war’. Harus menjalankan misi biar cepat supaya tidak kehabisan,” ujarnya sambil membawa beberapa kantong takjil.

Menurut Reyna, suasana ramai dan interaksi dengan sesama pembeli menjadi daya tarik tersendiri. Kegiatan ini bukan sekadar membeli makanan, tetapi juga menjadi hiburan setelah beraktivitas seharian.

Hal senada disampaikan Raihan (19), warga Soreang. Ia menilai “war takjil” tahun ini terasa lebih meriah dibanding sebelumnya.

“Ada sensasi tersendiri ketika berhasil dapat menu terakhir. Rasanya puas,” kata Raihan.

Ia menambahkan bahwa antusiasme warga menciptakan suasana kompetitif namun tetap penuh canda.

Meski ramai, sebagian pengunjung berharap penataan parkir kendaraan lebih tertib agar tidak mengganggu arus lalu lintas.

Baca Juga:BSI Fest Ramadan 2026 Hadir di 9 Kota Besar, Promo Umrah Hemat sampai Rp4 JutaLewat #TemanAturUang, Kredit Pintar Dorong Ibu Lebih Bijak Pahami Pinjaman dan Kelola Keuangan Sehat

Sementara itu, Tiara (22) melihat fenomena ini sebagai ruang interaksi sosial. Ia kerap berbincang dengan pembeli lain saat mengantre.

“Kadang jadi saling rekomendasi lapak. Seru karena semua orang punya tujuan yang sama: cari takjil untuk buka,” tuturnya.

Menjelang waktu Maghrib, keramaian mencapai puncaknya. Namun, setelah azan berkumandang dari masjid-masjid sekitar, warga perlahan meninggalkan lokasi untuk berbuka puasa di rumah masing-masing.

Fenomena “war takjil” di Gading Tutuka menjadi gambaran semaraknya Ramadan di Soreang. Selain menghadirkan keseruan bagi warga, aktivitas ini juga menggerakkan roda perekonomian pedagang musiman yang memanfaatkan momen berbuka puasa.

0 Komentar