469 Ruang Kelas Rusak Berat di KBB Jadi Prioritas Perbaikan 2026

469 Ruang Kelas Rusak Berat di KBB Jadi Prioritas Perbaikan 2026
Kondisi SDN I Babakan Talang di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Bandung Barat (KBB) semakin parah akibat pergerakan tanah. Foto Jabarekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, menegaskan komitmennya mempercepat rehabilitasi ruang kelas rusak berat di wilayahnya menyusul tingginya angka kerusakan di tingkat SD dan SMP.

Menurutnya, sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat, khususnya dalam pembenahan sarana dan prasarana sekolah yang kondisinya cukup memprihatinkan.

“Di Bandung Barat saat ini terdapat 709 sekolah dasar yang terdiri dari 624 SD negeri dan 75 SD swasta. Sementara untuk jenjang SMP ada 213 sekolah, terdiri dari 68 SMP negeri dan 145 SMP swasta,” ujar Jeje, Senin (23/2/2026).

Baca Juga:Normalisasi Sekolah dan Hunian Aman Jadi Fokus Pemulihan Longsor di CisaruaDuka Longsor Pasirlangu Cisarua KBB Dinodai Selfie Pengunjung

Berdasarkan data Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat, total ruang kelas SD mencapai 4.344 ruangan. Dari jumlah tersebut, 75,2 persen tercatat mengalami kerusakan dengan kategori beragam.

Adapun rinciannya, ruang kelas dalam kondisi baik berjumlah 1.079 ruangan, rusak ringan 1.530, rusak sedang 1.266, dan rusak berat sebanyak 469 ruangan.

Sebanyak 469 ruang kelas yang masuk kategori rusak berat itu akan menjadi prioritas penanganan secara bertahap mulai 2026.

“Kami memprioritaskan ruang kelas yang kerusakannya paling parah. Perbaikannya dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah,” katanya.

Ia menjelaskan, kerusakan berat tersebut dipicu oleh pelapukan akibat cuaca ekstrem serta minimnya perawatan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada anggaran perubahan 2025, Pemkab Bandung Barat telah merehabilitasi 98 ruang kelas, terdiri atas 82 ruang kelas SD dan 16 ruang kelas SMP.

“Kami ingin memastikan anak-anak di Bandung Barat bisa belajar di ruang yang aman dan nyaman. Pendidikan adalah prioritas utama, dan penanganan ruang kelas rusak berat akan terus kami tuntaskan secara bertahap,” pungkasnya. (Wit)

0 Komentar