Pemkot Bandung Soroti Akses Modal dan Ruang Kreatif bagi Pelaku Ekraf

Pemkot Bandung Soroti Akses Modal dan Ruang Kreatif bagi Pelaku Ekraf
Ilustrasi: Suasana di depan Bandung Creative Hub yang kerap dijadikan pusat ekonomi kreatif di Bandung. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menargetkan, penguatan ekosistem ekonomi kreatif sebagai prioritas kebijakan pembangunan daerah.

Fokus diarahkan pada pembukaan akses pembiayaan dan penyediaan ruang kreatif, guna menjaga iklim persaingan yang sehat di tengah tingginya jumlah pelaku industri kreatif.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, pemerintah tidak berposisi sebagai pelaku usaha, melainkan bertugas memastikan ekosistem kreatif tumbuh matang.

Baca Juga:Kearifan Lokal Jadi Andalan, Disparekraf Kabupaten Bandung Genjot Calendar of Event 2026Jaga Ekosistem, Kemen Ekraf Hadirkan Radio di Ruang Publik Bandung

Menurutnya, salah satu peran utama pemerintah adalah membuka kesempatan seluas-luasnya bagi pelaku ekonomi kreatif untuk memperoleh akses permodalan.

“Kami harus memberikan kesempatan seluas-luasnya termasuk akses terhadap venture capital kepada para pelaku ekonomi kreatif,” ujar Farhan di Bandung, belum lama ini.

Menurut Farhan, besarnya jumlah pelaku kreatif di Bandung berimplikasi pada ketatnya persaingan. Dalam situasi tersebut, pemerintah dituntut menciptakan sistem kompetisi yang adil agar inovasi tetap tumbuh tanpa saling mematikan.

Dia menilai kehadiran ruang-ruang kreatif menjadi indikator positif perkembangan ekosistem. Pasar Kosambi, misalnya, kini berkembang menjadi salah satu rujukan bagi pelaku ekonomi kreatif. Selain itu, kawasan Jalan Trunojoyo dan sejumlah ruang kreatif lain turut memperkuat pola kolaborasi antarpelaku.

Farhan menambahkan, peran pemerintah juga mencakup pembukaan akses pembiayaan, mempertemukan pelaku usaha dengan investor, serta menjaga regulasi agar tidak menghambat inovasi.

Dia juga menekankan, pentingnya data dan efisiensi dalam perumusan kebijakan agar intervensi pemerintah tepat sasaran.

Dengan ekosistem yang sehat, Farhan optimistis sektor ekonomi kreatif dapat menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi Bandung sekaligus memperkuat identitas kota sebagai pusat kreativitas.

Baca Juga:Proaktif “Belanja Masalah”, Kemenko PM Fasilitasi Solusi Bagi Pelaku Ekraf BandungWamenekraf Dorong Daerah Jadi Poros Ekonomi Restoratif Indonesia

“Terpenting adalah persaingan yang seimbang dan kesempatan yang sama,” katanya.

0 Komentar