Harga Emas Hari Ini: Stabil dengan Fluktuasi Ringan di Indonesia

Harga Emas Hari Ini Stabil dengan Fluktuasi Ringan di Indonesia
Ilustrasi (SUMBER FOTO: Freepik)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Harga emas di pasar Indonesia pada Rabu, 18 Februari 2026 menunjukkan pergerakan yang relatif stabil namun tetap mengalami fluktuasi ringan. Emas batangan Antam—salah satu acuan harga emas di dalam negeri—diperdagangkan di kisaran Rp2,7–2,8 juta per gram, mencerminkan dinamika permintaan lokal serta pengaruh harga emas global.

Berdasarkan data dari IndoGold, harga beli emas Antam per gram tercatat sebesar Rp2.781.212, sedangkan harga buyback atau harga emas yang dibeli kembali oleh Antam berada di Rp2.713.000 per gram. Perbedaan harga ini merupakan selisih normal antara harga jual dan harga pembelian kembali yang biasanya lebih rendah.

Sementara itu, berdasarkan pencatatan dari situs harga-emas.org, harga emas Antam untuk pecahan besar seperti 1 kilogram berada sedikit lebih tinggi, yaitu di Rp2.818.600 per gram. Situs ini juga mencatat spot harga emas global di level Rp2.659.864 per gram, yang menunjukkan harga acuan dunia sebelum dikonversi ke rupiah.

Baca Juga:Hakim AS Hentikan Deportasi Aktivis Palestina, Pemerintahan Trump Gagal Lanjutkan KasusIRGC Klaim Kuasai Intelijen 24 Jam di Selat Hormuz Saat Latihan Militer di Tengah Ketegangan AS–Iran

Di sisi lain, data dari Pegadaian menunjukkan harga emas yang sedikit lebih tinggi dibandingkan Antam. Pegadaian mencatat harga emas per kilogram sebesar Rp2.852.520, atau sekitar Rp2,85 juta per gram. Perbedaan ini mengindikasikan adanya premi lokal yang dikenakan dalam transaksi emas di pasar domestik, terutama untuk pecahan besar.

Premi lokal ini umumnya terjadi karena biaya distribusi, ongkos cetak, serta permintaan konsumen di Indonesia yang cenderung tinggi terhadap emas fisik.

Harga emas dunia sendiri cenderung stabil di kisaran USD 4.880–4.900 per ounce, setelah mengalami penurunan minor. Pergerakan ini dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga yang diterapkan oleh Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat, di mana sentimen pasar terhadap suku bunga dapat berdampak langsung terhadap harga emas global.

Kenaikan suku bunga biasanya menekan harga emas, karena menurunkan daya tarik emas sebagai aset yang tidak memberikan bunga. Sebaliknya, ekspektasi penurunan suku bunga atau kebijakan moneter longgar cenderung mendorong harga emas naik.

Untuk pecahan emas yang lebih kecil, seperti emas UBS Gold 0,5 gram, harga jual-beli di pasar Indonesia diperkirakan berada pada kisaran Rp1,33–1,56 juta per keping. Emas pecahan kecil ini sering menjadi pilihan investor pemula atau konsumen dengan modal terbatas.

0 Komentar