Mayoritas infeksi T. gondii pada pasien HIV terdiagnosis pada pasien HIV dalam kondisi imunokompromi, dengan kadar CD4 di bawah 100 sel per µl.
Hal ini akan menurunkan peluang keberhasilan pengobatan infeksi T. gondii.
Oleh karena itu, skrining dan diagnosis infeksi T. gondii¸ketika pasien HIV masih dalam kondisi imunokompeten menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas perawatan dan pengobatan HIV di Indonesia.
Ketika seorang pasien HIV terdiagnosis infeksi T. gondii, di fase awal/stadium I-II, peluang keberhasilan pengobatan penyakit ini menjadi terbuka.
Baca Juga:Bapanas Perketat Pengawasan Jelang HBKN 2026, Harga Pangan Mulai TurunKuota Impor Dipangkas Tajam, Industri Daging Khawatir Harga Kian Melonjak
Skrining infeksi T. gondiii pada pasien HIV yang menjalani terapi ARV secara teratur di puskesmas dan/atau fasilitas kesehatan primer perlu dilakukan. Selama ini, diagnosis infeksi T. gondii baru dilakukan ketika pasien HIV sudah menunjukkan gejala klinis yang berat, seperti meningitis, encephalitis, dan ocular toxoplasmosis.
“Sebaiknya skrining dan diagnosis infeksi T. gondii dilakukan ketika pasien HIV masih berada pada kondisi imunokompeten, dengan kadar CD4 di atas 200 sel/µl. Pengobatan infeksi T. gondii pada kondisi tersebut akan meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan, sekaligus menurunkan potensi munculnya meningitis, encephalitis, dan ocular toxoplasmosis yang dapat menimbulkan kematian dan/atau menurunkan kualitas hidup pasien,” pungkas Dr. Rizky Fajar Meirawan.
Penelitian ini merupakan penelitian lintas universitas. Dalam penelitian ini, Dr. Rizky Fajar Meirawan selaku ketua tim peneliti dari Universitas Indonesia Maju Jakarta,berkolaborasi dengan Dr. Lysa Veterini, selaku peneliti dan pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya. Desy Sulistiyorini, selaku pengajar dan peneliti dari Universitas Indonesia Maju, serta Betta Mega Oktaviana, mahasiswa program pendidikan profesi dokter Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya turut bergabung dalam penelitian ini.
Sumber pendanaan utama penelitian ini adalah dana hibah penelitian dosen pemula (PDP) dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) tahun anggaran 2024.
Secara akademis, penelitian ini telah terbit pada Journal of Biological Research – Bollettino della Società Italiana di Biologia Sperimentale.
Jurnal ini merupakan jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus, Web of Science, Directory of Open Access Jornal, dan beberapa indeks lainnya.
