Kepuasan Publik Tinggi jadi Modal Politik Dedi Mulyadi Masuk Radar Capres

Founder Indikator Politik Indonesia Prof. Burhanuddin Muhtadi (son)
Founder Indikator Politik Indonesia Prof. Burhanuddin Muhtadi (son)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Founder Indikator Politik Indonesia Prof. Burhanuddin Muhtadi kembali bicara peluang Dedi Mulyadi di radar nasional. Menurutnya, kepuasan publik yang tinggi bisa jadi modal kuat dalam peluang elektoral tingkat nasional.

Prof Burhan menguraikan, pihaknya juga sempat melakukan survei terkait peluang Dedi Mulyadi di kancah perpolitikan nasional. Ternyata hasilnya juga menarik.

Dalam survei yang dipublikasikan November 2025 lalu itu, Elektabilitas Dedi Mulyadi ada di papan atas. Yakni ada di posisi ke dua di bawah Prabowo Subianto.

Baca Juga:BULOG Kancab Bandung Gelar Gerakan Pangan Murah Jelang Ramadhan, Stok Dipastikan AmanPA Kota Cimahi Bahas Kesejahteraan Yudisial dalam Diskusi Internasional BPHPI–FCFCOA

Elektabilitas Prabowo Subianto ada di angka 46,7 persen. Sementara Dedi Mulyadi tepat membayangi dengan 18,4 persen. Di bawah Dedi Mulyadi ada nama Anies Baswedan dengan 9,0 persen. Lalu Gibran Rakabuming Raka dengan 4,8 persen.

“Seperti yang sempat kami rilis, Munculnya KDM (Dedi Mulyadi.red) sebagai bakal calon presiden ke dua tidak lepas dari approval rating beliau yang sangat tinggi di Jawa Barat,” katanya, Senin (16/2).

Prof Burhan melanjutkan, kekuatan politik di kandang atau daerah asal tentu menjadi pertimbangan besar. “Tidak akan muncul nasional kalau di kandang sendiri kedodoran,” sambungnya.

Hasil survei yang dilakukan kali ini juga makin menguatkan. Dedi Mulyadi memiliki tingkat kepuasan publik yang tinggi atau tembus 95,5 persen.

Menurut Prof Burhan, media sosial yang dimiliki Dedi Mulyadi juga berperan besar. Artinya apa yang dilakukan di Jawa Barat juga dilihat oleh tidak hanya warga Jawa Barat tapi secara nasional. “Sepertinya karena kekuatan medsos juga, apa yang dilakukan di Jawa Barat diamati juga warga di luar Jawa Barat,” katanya.

Kepuasan publik yang tinggi ini juga jadi tantangan besar bagi Dedi Mulyadi. Mantan Bupati Purwakarta itu perlu menjaga ekspektasi warga. Dan itu bukan pekerjaan yang mudah.(son)

0 Komentar