JABAR EKSPRES – Hujan deras disertai angin kencang melanda Pulau Utara Selandia Baru pada Senin, menyebabkan gangguan besar pada layanan penerbangan serta pemadaman listrik yang berdampak pada puluhan ribu properti.
Menurut laporan Radio New Zealand (RNZ), lebih dari 30.000 rumah dan bangunan kehilangan aliran listrik setelah angin kuat merobohkan pepohonan dan merusak jaringan distribusi di wilayah selatan pulau tersebut. Perusahaan penyedia listrik Powerco mencatat sekitar 23.000 gangguan di area layanannya, termasuk sekitar 10.000 kasus di kawasan Wellington.
Foto dan video yang beredar di media sosial memperlihatkan kawasan semi-pedesaan terendam banjir, rumah-rumah digenangi air, serta jalanan yang rusak akibat terjangan air. Daerah Manawatu-Whanganui menjadi salah satu wilayah yang paling parah terdampak hingga ditetapkan dalam status darurat.
Baca Juga:Guterres Dorong Nigeria Pimpin Afrika dan Dukung Kursi Tetap di Dewan Keamanan PBBPresiden Niger Tuduh Macron Berupaya Gulingkan Pemerintah, Prancis Bantah Keras
Proses evakuasi juga dilakukan di Lincoln Road, Masterton, menyusul ancaman pohon tumbang. Asisten Komandan wilayah Wairarapa, Ian Wright, menyebut malam itu dipenuhi berbagai panggilan darurat akibat cuaca ekstrem yang masih berlangsung. Ia menegaskan bahwa pohon-pohon berakar dangkal di kawasan tersebut sangat tidak stabil, sehingga akses jalan ditutup dan warga dipindahkan demi keselamatan.
Di sektor transportasi udara, Air New Zealand membatalkan sejumlah penerbangan dari dan menuju kota-kota besar, termasuk Wellington, akibat terpaan angin kencang. Kepala operasional maskapai, Alex Marren, menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dan pihaknya terus memantau perkembangan cuaca. Ia berharap layanan penerbangan dapat kembali normal setelah kondisi angin mereda.
Sebanyak lima distrik—Manawatu, Rangitikei, Tararua, Waipa, dan Otorohanga—resmi dinyatakan dalam keadaan darurat. Kecepatan angin dilaporkan mencapai 240 kilometer per jam di pesisir timur selatan Pulau Utara, termasuk di Cape Turnagain. Sementara itu, dataran tinggi Wellington mencatat hembusan hingga 190 km/jam dan sekitar 130 km/jam di pusat kota.
Cuaca buruk diperkirakan masih akan melanda wilayah selatan Pulau Utara sebelum secara perlahan bergerak ke arah selatan pada Senin sore.*
