Hal tersebut sejalan dengan tagline penyelenggaraan haji 2026, yakni Ramah Lansia dan Ramah Perempuan.
“Selain petugas kloter yang membersamai jemaah, ada juga PPIH yang akan bertugas sesuai daerah kerja di Arab Saudi yaitu di Mekkah, Madinah, maupun Bandara, termasuk saat puncak haji di Arafah-Muzdalifah-Mina. Petugas dengan mengenakan seragam dan rompi akan siap membantu jemaah yang membutuhkan bantuan,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj Kota Cimahi, Nandang Rahayu, menyampaikan apresiasi atas sinergi antara PPIH Arab Saudi dan PPIH Kloter dalam kegiatan manasik haji tingkat kecamatan tersebut.
Baca Juga:Lewat #TemanAturUang, Kredit Pintar Dorong Ibu Lebih Bijak Pahami Pinjaman dan Kelola Keuangan SehatMeski Sulit, Tuntaskan di Bandung!
Menurutnya, interaksi langsung antara petugas dan jamaah memberikan dampak psikologis yang positif.
“Kehadiran petugas turut memberi ketenangan. Supaya jemaah haji mengetahui ada petugas yang akan membantu mereka selama beribadah di Tanah Suci,” katanya.
Dalam rangkaian manasik haji kecamatan, para calon jamaah dibekali materi fiqih haji, tahapan serta jadwal kegiatan haji, hingga simulasi atau peragaan ibadah sesuai syariat yang diterapkan di Tanah Suci.
Lebih lanjut, terkait materi yang disampaikan untuk memberikan pemahaman teoritis dan praktis hingga rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Sebagai tindak lanjut, Kemenhaj Kota Cimahi juga akan menggelar Manasik Terintegrasi tingkat Kota Cimahi yang direncanakan berlangsung di Masjid Agung Cimahi pada 4 April 2026.
“Manasik haji terintegrasi akan digelar setelah Idul Fitri mendatang. Nanti seluruh jemaah haji se-Kota Cimahi akan hadir untuk mengikuti manasik tersebut sebagai persiapan akhir menjelang keberangkatan ke Tanah Suci,” tutupnya. (Mong)
