Cakra secara tidak langsung menyebut dukungan pembiayaan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan proyek jangka panjang.
Di sisi lain, proses pembebasan lahan telah mencapai 48,7 persen. Ia menyampaikan pemerintah pusat menargetkan capaian pembebasan lahan bisa menembus 50 persen pada 2026 sebagai langkah percepatan pembangunan fisik.
“Proses pembebasan lahan terus berjalan, dan targetnya tahun ini bisa mencapai 50 persen,” katanya.
Baca Juga:Aliansi Bela Palestina Tolak Board of Peace dalam Aksi di DPRD JabarSeparator Jalan Exit Tol Soroja Viral, PUTR Kabupaten Bandung Tegaskan Demi Keselamatan
Dalam kesepakatan konsultasi publik tersebut, aspek lingkungan hidup juga menjadi perhatian utama.
Cakra menegaskan setiap tahapan pembangunan harus memperhatikan dampak lingkungan dan keberlanjutan kawasan sekitar.
“Pembangunan tol harus tetap memperhatikan lingkungan hidup dan keberlanjutan wilayah,” ujarnya.
Pemerintah daerah provinsi, kota, dan kabupaten secara tidak langsung juga berharap proyek Tol Getasik dapat segera direalisasikan karena telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
Menurutnya, proyek ini akan memperkuat jaringan jalan tol di Jawa Barat sekaligus mendukung pengembangan kawasan Rebana dan wilayah Jawa Barat selatan.
Tol Getasik direncanakan memiliki panjang sekitar 95,5 kilometer dengan estimasi anggaran Rp29,5 triliun. Selain meningkatkan konektivitas wilayah Bandung selatan, proyek ini juga diharapkan memperlancar akses menuju Jawa Tengah serta mendorong pertumbuhan ekonomi regional.
