Dishub Cimahi Petakan Titik Rawan Macet Selama Konstruksi Underpass Gatot Subroto

Lokasi yang akan Dibangun Underpass Gatsu Cimahi (mong)
Lokasi yang akan Dibangun Underpass Gatsu Cimahi (mong)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Cimahi mematangkan skema rekayasa lalu lintas menjelang pembangunan Underpass Jalan Gatot Subroto (Gatsu). Proyek strategis ini dinilai penting untuk mengurai kepadatan di pusat kota, namun berpotensi menimbulkan gangguan mobilitas selama masa konstruksi.

Dinas Perhubungan (Dishub) Cimahi memastikan sejumlah langkah antisipasi telah disiapkan guna meminimalkan dampak terhadap aktivitas warga dan layanan publik di sekitar lokasi proyek.

Kepala Dishub Cimahi, Endang, mengatakan pihaknya akan mengintensifkan sosialisasi langsung kepada warga terdampak, khususnya masyarakat di sekitar Jalan Gatot Subroto dan Jalan Sukimun.

Baca Juga:Rayakan Imlek 2026 di Bandung, Ini Promo Dinner di Hotel Kota BandungPenjahit Rumahan Bersiap Hadapi Lonjakan Pesanan

“Dalam waktu dekat kami akan melakukan sosialisasi langsung ke wilayah terdampak, terutama di sekitar Jalan Gatsu,” ujar Endang, Kamis (12/2/2026).

Ia menjelaskan, kawasan Jalan Sukimun menjadi salah satu titik yang terdampak signifikan karena akses keluar-masuk yang selama ini terhubung langsung ke Jalan Gatot Subroto akan ditutup sementara selama pembangunan berlangsung.

Penutupan tersebut tak terhindarkan karena posisi Jalan Sukimun berada tepat sebelum perlintasan rel kereta api. Di sisi lain, kawasan itu juga menjadi lokasi sejumlah fasilitas layanan publik, seperti Polsek Cimahi Tengah, Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas), dan Puskeswan.

Sebagai solusi, Dishub menyiapkan jalur alternatif melalui sisi utara sebelum titik awal pembangunan underpass. Warga Sukimun nantinya akan menggunakan akses jalan buntu yang disiapkan khusus selama masa konstruksi.

Selain penanganan di tingkat lokal, rekayasa lalu lintas berskala kota juga disiapkan. Kendaraan besar dari arah Gedung Empat akan dialihkan melalui Jalan Sriwijaya menuju selatan hingga kawasan Dustira. Sementara kendaraan kecil dapat melintas melalui Jalan Rajawali ke arah Pasirkumeli.

Pengalihan ini dinilai semakin strategis karena pada tahun yang sama pembangunan Flyover Pusdikpom juga akan kembali dilanjutkan untuk menghubungkan sisi utara dan selatan rel kereta api.

Dishub juga akan menambah personel di titik-titik rawan kemacetan serta memasang rambu-rambu portable sebagai panduan bagi pengguna jalan. Pengawasan akan melibatkan personel gabungan dari Dishub, kepolisian, serta unsur kewilayahan seperti kelurahan, RT/RW, dan Linmas.

Baca Juga:Di Balik Kue Keranjang Imlek, Ada Konsistensi yang Terjaga Lebih dari Dua DekadeKurang Terawat, Halte Depan UIN Bandung Dinilai Tak Nyaman

Kendaraan vital seperti angkutan umum, logistik, dan kendaraan kedaruratan akan mendapat prioritas di lapangan. Untuk akses ke wilayah selatan, kendaraan akan diarahkan melalui Jalan Sriwijaya, dengan skema penguraian tambahan melalui jalur Rajawali–Pasirkumeli apabila terjadi kepadatan.

0 Komentar