Perkuat Pertahanan RI, Len dan BRIN Kembangkan  Teknologi “Mata Malam”  NVG

Kolaborasi Len dan BRIN dalam pengembangan teknologi Night Vision Goggle (NVG) dan Thermal Imaging Devices. 
Kolaborasi Len dan BRIN dalam pengembangan teknologi Night Vision Goggle (NVG) dan Thermal Imaging Devices. 
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi pertahanan global, ketergantungan pada sistem pertahanan asing berpotensi menimbulkan risiko terhadap kedaulatan nasional.

Menjawab tantangan tersebut, PT Len Industri (Persero) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengambil langkah strategis dengan menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) pengembangan teknologi Night Vision Goggle (NVG) dan Thermal Imaging Devices.

Penandatangan dilakukan oleh Prof. Dr. Isnaeni, M.Sc., Kepala Pusat Riset Fotonika BRIN, dan Amalia Maya Fitri, Direktur Teknologi & Manajemen Risiko PT Len Industri (Persero).

Baca Juga:Info Terkini Kasus Aplikasi MBA, Korban Capai 2000 Orang yang Terdata Posko Pengaduan Polres PangandaranPeringatan Bahaya Bagi Member Aplikasi AMG Pantheon,  Ada Modus Penipuan Baru Mengancam

Kedua teknologi tersebut merupakan sensor optoelektronik krusial yang digunakan dalam operasi malam hari dan kondisi minim cahaya, baik untuk kepentingan pertahanan maupun keamanan nasional. Penguasaan teknologi NVG dan pencitraan termal secara mandiri menjadi faktor penting dalam memperkuat ketahanan, kemandirian, dan daya saing sistem pertahanan nasional.

Night Vision Goggle (NVG) memungkinkan pengguna melihat dalam kondisi gelap dengan memanfaatkan cahaya minimal atau radiasi inframerah.

Teknologi ini memiliki peran vital dalam operasi militer, pengawasan keamanan, serta perlindungan objek dan wilayah strategis, sehingga pengembangan dan produksi dalam negeri menjadi kebutuhan mendesak untuk mendukung kedaulatan pertahanan negara.

Kolaborasi ini menjadi penting karena menyatukan kekuatan riset nasional dengan kapabilitas industri strategis dalam satu ekosistem inovasi terintegrasi. BRIN berperan sebagai pusat unggulan riset dan penguasaan teknologi dasar, sementara Len memiliki pengalaman dan kapasitas dalam rekayasa sistem, industrialisasi, serta integrasi teknologi pertahanan.

Sinergi ini memungkinkan hasil riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi dapat dihilirisasi menjadi produk siap pakai yang memenuhi kebutuhan pengguna dalam negeri juga mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat kapasitas nasional di bidang teknologi pertahanan strategis, khususnya pengembangan sensor optoelektronik.

Melalui sinergi riset dan industri ini menjadi sebuah peluang besar untuk mempercepat penguasaan teknologi kunci, meningkatkan nilai tambah dalam negeri, serta membangun ekosistem rantai pasok pertahanan yang lebih mandiri, berkelanjutan, dan responsif terhadap kebutuhan strategis nasional.

Amalia Maya Fitri menegaskan bahwa kolaborasi Len dan BRIN merupakan langkah konkret dalam menghadirkan solusi teknologi pertahanan nasional yang andal dan berdaya saing.

0 Komentar